- Kehamilan

Tips Senam Hamil di Rumah untuk Menghindari Risiko Cedera

Kesehatan dan kebugaran ibu hamil sangat penting untuk diperhatikan. Salah satu pilihannya adalah melakukan senam hamil. Ini dilakukan tidak hanya demi kebaikan ibu tetapi juga janin yang ada dalam kandungan.

Olahraga ringan yang dilakukan ibu secara teratur juga disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi ibu yang nantinya akan bermanfaat untuk mempersiapkan fisik sekaligus mental saat proses melahirkan. Berikut ini, adalah beberapa tips senam hamil di rumah yang harus Anda perhatikan supaya senam hamil yang Anda lakukan bisa memberikan efek positif dan tidak membahayakan bagi kehamilan Anda.

 

1. Konsultasi dengan Dokter

 

 

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah konsultasikan senam hamil yang akan Anda lakukan dengan dokter kandungan. Dalam masa kehamilan, umumnya senam hamil memang sangat baik dilakukan.

Namun dalam beberapa kasus, ibu hamil juga tidak disarankan untuk berolahraga karena bisa menimbulkan risiko untuk ibu dan juga bayi. Dengan ini, dokter bisa memberikan saran terbaik mengenai jenis gerakan apa saja yang baik untuk dilakukan oleh ibu hamil.

 

2. Penuhi Kebutuhan Kalori

Setiap olahraga yang dilakukan tentunya membutuhkan kalori. Jadi cukupi asupan makanan Anda untuk menguatkan tubuh dan bisa melakukan senam hamil dengan baik.

Selama masa kehamilan, tubuh ibu secara alami akan bertambah gemuk seiring dengan perkembangan janin sehingga kebutuhan kalori di setiap ibu juga bervariasi berdasarkan berat badan prakehamilan Anda.

 

3. Jangan Lakukan Olahraga Berat

Jangan lakukan gerakan senam yang terlalu berat dan berisiko tinggi jatuh atau tubuh kehilangan keseimbangan. Lakukan beberapa gerakan yang dilakukan dengan posisi berbaring, duduk, telentang, dan berbagai gerakan aman lainnya.

Baca juga: Senam Ibu Hamil Tepat untuk Melancarkan Proses Persalinan

 

4. Kenakan Pakaian yang Tepat

Saat melakukan senam hamil, gunakan pakaian yang tidak terlalu ketat sehingga Anda bebas bergerak dan tidak kesulitan bernapas. Selain itu, gunakan juga bra khusus untuk ibu hamil yang nyaman dan mendukung untuk digunakan berolahraga. Gunakan sepatu atletik yang sesuai dengan ukuran kaki Anda.

Apabila ukuran sepatu mengalami perubahan karena bertambahnya berat badan, jangan gunakan sepatu yang lama sebab sepatu kesempitan tidak baik untuk ibu hamil.

 

5. Lakukan Pemanasan

 

 

Pemanasan sangat penting dilakukan untuk mempersiapkan otot dan juga sendi sekaligus meningkatkan detak jantung secara bertahap. Apabila pemanasan tidak dilakukan dan langsung menuju ke gerakan senam hamil inti, rasa sakit pada otot dan ligamen dapat timbul sekaligus memunculkan rasa nyeri setelah selesai senam hamil.

Cara terbaik untuk melakukan pemanasan adalah dengan memilih aktivitas intensitas rendah seperti berjalan, lalu ditingkatkan selama 5 menit pertama sehingga otot tubuh bisa kuat digunakan untuk melakukan gerakan senam hamil.

 

6. Minum Banyak Air

 

 

Minum banyak air putih sebelum, selama, dan sesudah melakukan gerakan senam hamil tidak boleh dilewatkan untuk menghindari dehidrasi yang bisa menyebabkan banyak risiko seperti kurangnya jumlah darah yang sampai ke plasenta dan meningkatkan risiko overheating bahkan memicu kontraksi.

Periksa warna urine Anda. Apabila warnanya kuning gelap, itu pertanda Anda mengalami dehidrasi. Untuk mengatasinya, minum 1 sampai 2 gelas air putih 1 jam sekali sampai urine berwarna kuning pucat atau hampir bersih.

 

7. Hindari Gerakan Senam Telentang

 

 

Sesudah trimester pertama, hindari gerakan senam hamil dengan telentang sebab berat uterus akan memberikan tekanan pada vena utama yang dinamakan vena cava sehingga akan mengurangi aliran darah ke jantung serta ke otak dan rahim Anda.

Apabila ini dilakukan, Anda akan mengalami pusing, sesak napas, bahkan mual. Mungkin beberapa ibu hamil merasa nyaman saat melakukan gerakan memakai posisi telentang. Akan tetapi ini menjadi indikasi bagus untuk aliran darah ke rahim. Gunakan bantal atau alas busa di bagian punggung untuk menopang tubuh bagian atas saat Anda melakukan gerakan senam posisi telentang sehingga tidak akan menekan vena.

Baca juga: 8 Tips Langsing Setelah Melahirkan Paling Aman dan Efektif

 

8. Tetap Bergerak dan Tidak Diam di Tempat

Beberapa gerakan senam hamil yang dilakukan umumnya akan menggunakan posisi yang sama sehingga aliran darah ke jantung dan rahim akan terhambat di area kaki dan akhirnya menimbulkan pusing karena aliran darah yang tidak lancar tersebut. Pastikan Anda terus bergerak dan berganti posisi sehingga aliran darah tetap terjaga dengan baik.

Demikian ulasan mengenai tips penting yang harus Anda perhatikan dan lakukan saat melakukan senam hamil di rumah. Selain itu, jangan lakukan senam hamil saat cuaca terlalu panas dan dingin sebab tubuh akan mengalami kesulitan dalam mengatur suhu tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.