- Anak

Terbiasa dengan Pola Makan Ini Hingga Anak Susah Makan?

Anak susah makan sudah menjadi masalah umum. Biasanya Bunda akan disodori solusi seperti  membuat makanan dengan bentuk lucu, makan bareng dengan teman, dan masih banyak lagi.

Tahukah Bunda apa rahasia makan sehat dan menyenangkan? Petunjuknya: ini tidak ada kaitannya dengan bentuk makanan yang lucu-lucu, atau justru aneka jenis makanan sehat.

Anak susah makan kadang terjadi karena kebiasaan makan yang salah.

Tentu saja, tidak semua masalah susah makan solusinya sama. Namun, seperti masalah hidup lainnya, beberapa kadang hanya perlu perubahan sederhana, beberapa butuh bantuan ahli untuk menyelesaikannya.

Begitu juga dengan masalah susah makan. Hanya sedikit perubahan pada pola atau kebiasaan makan bisa menjadi awal penyelesaian masalah yang Bunda hadapi.

 

Waktu ngemil, salah satu penyebab anak susah makan

Ada banyak alasan mengapa kita sering membiarkan anak-anak ngemil kapan saja. Alasannya bisa mulai dari kesibukan orang tua, hingga kekhawatiran jika anak-anak tidak mendapat cukup makanan untuk tumbuh. Akibatnya, ngemil kini sudah menjadi bagian dari kebiasaan makan.

Padahal, anak-anak yang perutnya masih kecil, tidak butuh ngemil sepanjang hari meski camilan tersebut termasuk makanan sehat seperti buah dan sayur.

Balita sebetulnya mampu menahan lapar 2-3 jam di antara jam-jam makan dan anak-anak usia sekolah (mulai dari pre-school) sudah dapat menahan diri tidak makan 3-4 jam.

Berikut ini adalah contoh pola makan anak usia 2 tahun yang terbiasa ngemil makanan lebih sehat. Sepintas, anak ini sepertinya tidak makan. Namun bila kalori yang masuk pada tubuhnya dihitung, kita dapat melihat jika ia sudah kelebihan kalori. Perlu Bunda tahu, anak-anak usia 2 tahun umumnya hanya butuh 1.000 kalori per hari.

 

Berikut gambarannya:

06.30: susu satu gelas,  160 kalori

08.30: sepiring kecil stroberi dan separuh croissant – 140 kalori

10.00: sebotol kecil yoghurt – 50 kalori

11.30: 28 gram buah – 105 kalori

12.30: Tidak makan siang karena masih kenyang

12.45: sepotong buah apel – 80 kalori

13.00: sebotol susu – 160 kalori

15.00: 28 gram ceri dan 1/3 apel untuk camilan saat main bersama teman – 140 kalori

17.00: Lapar, jadi minum sebotol yoghurt – 50 kalori

18.00: melewatkan makan malam lagi karena kenyang

19.00: sebotol susu sebelum tidur – 160 kalori

Total kalori: 1.045 kalori

Seperti Bunda lihat, anak kecil tersebut sepertinya memang tidak makan besar. Namun kenyataanya, ia sudah mendapat cukup kalori yang ia butuhkan. Itulah mengapa, dokter atau ahli gizi sering mengatakan, selama pertumbuhannya tidak terganggu, tidak makan nasi juga tidak masalah.

Dengan pola makan di atas, jika kita memaksa anak untuk makan nasi, bisa saja anak akan menjadi stres.

Namun meskipun pola di atas membuat anak mendapatkan cukup kalori, ia akan kehilangan kesempatan memiliki quality time di jam-jam makan malam. Selain itu, anak akan terbiasa meminta camilan (meskipun itu buah, susu, atau yoghurt) dan kehilangan selera untuk mengonsumsi makanan yang lebih bervariasi.

 

Cara memperbaiki pola makan untuk mengatasi anak susah makan

 

1. Tetapkan waktu ngemil

Jika dilihat dari pola makan di atas, anak susah makan disebabkan camilan yang terlalu banyak. Jadi, langkah pertama yang harus diambil adalah memperbaiki waktu ngemil (snacking time). Pastikan ngemil hanya boleh dilakukan di antara dua waktu makan, dan hanya jika anak benar-benar terlihat lapar.

Akan lebih baik jika makan dilakukan sambil duduk (tidak saat ibu berbelanja atau sedang dalam perjalanan pulang ke rumah).

Bunda boleh memberikan camilan 2-3 kali, tergantung dengan usia anak. Namun jangan tunggu anak yang meminta. Selalu berikan saja kepada anak sesuai dengan jam yang sudah Bunda tetapkan.

 

2. Sajikan dua jenis snack dalam satu waktu

Sajikan dua macam camilan pada jam-jam mengemil. Variasikan jenisnya dan beri sedikit tambahan lemak atau protein agar anak lebih tahan lapar. Bunda bias menyiapkan semangkuk puree apel dengan sepotong keju, crackers dengan almond butter, atau roti tawar dengan isi mentega.

 

3. Atur waktu minum susu

Susu sebetulnya cukup mengenyangkan untuk anak-anak. Tahukah Bunda, kalori sebotol susu setara dengan dua butir telur? Jadi, berikan susu hanya pada jam makan atau ngemil (sebagai variasi sajian camilan). Batasi pemeberian susu hanya 2-3 botol sehari.

Hindari juga memberikan camilan saat anak-anak bosan atau rewel. Ini adalah cara membangun kebiasaan makan yang baik pada anak (termasuk juga orang dewasa). Menggunakan makanan sebagai pelampiasan emosi bukanlah hal yang baik.

Pola makan si kecil dikatakan benar jika mereka memenuhi kalori yang dibutuhkan dan sabar menunggu jam-jam makan bersama keluarga.

Pola makan si kecil salah jika waktu makan mereka terlewat begitu saja, termasuk kekurangan nutrisinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.