- Pra Kehamilan

Tanda-tanda Wanita Subur Rahimnya Dapat Dilihat Secara Fisik?

Galau mendengar bisik-bisik tetangga yang mengatakan Bunda tidak memiliki tanda-tanda wanita subur rahimnya? Benarkah kesuburan wanita bisa diketahui tanpa bantuan medis?

Benarkah tanda-tanda wanita subur rahimnya bisa diketahui oleh orang awam? Apakah tanda fisik masa subur juga menjadi tanda kesuburan rahim?

Bagi Bunda yang sedang menanti momongan, kata subur dan tidak subur memang menjadi hal sensitif. Tidak ada wanita yang senang disebut rahimnya tidak subur. Setiap wanita yang menikah pasti berharap memiliki momongan dari pernikahannya.

Wajar jika wanita mudah menjadi baper, hanya karena bisik-bisik tetangga yang menyebut rahimnya tidak subur berdasarkan ciri-ciri fisik tertentu.

Namun benarkah kesuburan rahim wanita ada tanda-tanda fisiknya?

Hasil yang paling akurat tentu saja dengan pemeriksaan medis, yaitu melalui pemeriksaan HSG atau Hysterosalpingography, USG, atau tes pencintraan untuk mendapatkan gambaran rahim. Dengan pemeriksaan ini, dokter akan tahu bagaimana posisi rahim, jumlah sel telur yang dihasilkan oleh rahim Bunda, serta parameter-paremeter lainnya.

Jadi akan sulit melihat tanda-tanda wanita subur rahimnya secara fisik. Kecuali melalui kebiasaan atau gaya hidupnya sehari-hari.

Beberapa kebiasaan yang bisa menjadi tanda ketidaksuburan rahim wanita antara lain kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol, gaya hidup tidak sehat (jarang berolahraga, gaya hidup sedentari atau kurang gerak, suka makanan junk food), memiliki siklus haid yang tidak teratur, atau memiliki penyakit yang bisa memengaruhi kesehatan rahim.

Bila ada tetangga atau orang lain yang menyebut seorang wanita tidak subur rahimnya, bisa jadi ini karena pengalaman yang pernah ia temui pada beberapa wanita, dan kebetulan mempunyai kasus yang sama.

Lalu apakah ada hubungan ciri masa subur dan ovulasi dengan kesuburan rahim?

Tentu saja tidak ada. Masa subur atau masa ovulasi seorang wanita mempunyai ciri fisik berbeda dengan tanda kesuburan rahim. Dengan kata lain, selama seorang wanita sehat dan menerapkan gaya hidup sehat maka kemungkinan besar rahimnya subur.

Sementara ciri masa subur dan ovulasi wanita biasanya ditandai dengan ketiga hal berikut ini:

Baca juga: Cara untuk Prediksi Kehamilan Setelah Berhubungan Intim

 

1. Suhu basal tubuh meningkat

Pada masa subur, suhu basal tubuh atau suhu tubuh pada waktu istirahat meningkat sekitar 0,3° Celcius. Untuk mengukur suhu basal tubuh, sebaiknya gunakan termometer khusus yang memang difungsikan untuk ini. Bunda bisa berkonsultasi kepada dokter atau petugas apotek untuk mendapatkan rekomendasi jenis dan mereknya.

Untuk lebih mudahnya, Bunda bisa mengombinasikan perhitungan masa subur metode kalender dengan pengukuran suhu ini. Catat dan simpan hasilnya, agar Bunda bisa jadikan panduan untuk menentukan masa subur Bunda.

 

2. Keluar lendir dari vagina

Saat mendekati masa ovulasi, vagina akan mengeluarkan cairan seperti putih telur dalam jumlah yang lebih banyak. Untuk mengamatinya, perhatikan kondisi vagina Bunda sejak masa haid berakhir.

Usahakan jangan melakukan douching atau membasuh vagina dengan cairan pemebersih agar mudah bagi Bunda untuk mengamati keberadaan lendir.

Baca juga: Bagaimana Cara Agar Cepat Hamil Setelah Menikah?

 

3. Rasa sakit atau kram di bagian perut

Beberapa wanita mengalami rasa sakit atau kram ringan di bagian perut. Sayangnya, ciri ini tidak direkomendasikan sebagai panduan. Bisa saja, kram atau rasa sakit yang dirasakan disebabkan oleh gangguan kesehatan lain.

 

Nah, jelas berbeda kan Bunda, antara tanda-tanda wanita subur rahimnya, dengan ciri masa subur dan ovulasi wanita secara fisik? Jangan baper lagi, ya Bunda. Lebih baik, ajak suami untuk lebih intens konsultasi ke ahli obgyn, agar Bunda segera tahu apa yang menjadi penyebab Bunda belum dapat momongan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.