- Anak

Suka Duka Menghadapi Perkembangan Emosi Anak 4 Tahun

Akhirnya, si kecil berusia 4 tahun! Bagaimana perkembangan emosi anak di usia ini? Bunda akan mengalami kembali naik turunnya emosi menghadapi keseharian si empat tahun. Begitulah, di saat itu si kecil akan mengalami perkembangan emosi anak fase initiative versus guilt, atau rasa bersalah.

 

Perkembangan emosi anak usia 4 tahun

Di usia 4 tahun, anak mulai ingin terlibat dalam kelompok yang lebih besar. Mereka seolah ingin melepaskan diri dari ikatan orang tua. Karena itu, jangan kaget ketika kadang mereka marah saat ditegur atau dilarang.

Jadi, sebetulnya apa sih, tantangannya?

 

1. The drama queen

Meski si empat tahun kini tak lagi mudah tantrum, ia akan mudah sekali merajuk hanya karena hal-hal kecil. Misalnya ketika Bunda tidak mengizinkan dia makan camilan usai makan malam. Ia bisa tiba-tiba saja menangis hingga satu jam dan melontarkan kemarahan kepada Bunda.

Si empat tahun mungkin sudah memiliki banyak kosakata. Hanya saja ia tidak tahu kapan waktu yang tepat untuk menggunakannya. Perasaannya seperti sebuah tombol di kepala yang tidak bisa ia kendalikan. Begitu merasa lelah, bosan, atau lapar maka tombol itu akan langsung mati.

Seperti saat ia masih bayi, yang Bunda butuhkan adalah memahami perasaannya dan membantunya untuk lebih memahami apa yang sebenarnya ia rasakan.

 

2. Suka mengarang cerita

Saat Bunda memintanya untuk tidak terus-terusan memberi makan ikan kesayangannya, ia malah berkata bahwa ia mendengar ikannya lapar dan minta makan.

Menurut para ahli, anak usia 4 tahun belum dapat membedakan kenyataan dan imajinasi. Pikirannya pun masih campur aduk antara imajinasi dan harapan-harapan yang ia pikirkan. Karena itu, kadang ia akan menceritakan hal-hal yang tidak masuk akal.

Ia tidak mencoba berbohong. Hanya saja ia mengatakan apa yang sebenarnya ia harapkan.

 

3. Lebih suka bermain dengan temannya

Meskipun Ayah dan Bunda adalah teman pertamanya, di usia 4 tahun, ia akan lebih suka bermain dengan teman-temannya.

Dorong si kecil untuk bermain dengan lebih banyak teman dan berkenalan dengan teman-teman seusianya yang lain.

 

4. Punya dua kepribadian

Semenit yang lalu Bunda baru saja mendengar ia menggambar sambil bernyanyi. Namun semenit kemudian ia marah-marah dan membanting gambarnya karena kesal kehabisan cat warna merah.

Jangan langsung keluar tanduk ya, Bunda. Begitulah perkembangan emosi anak usia empat tahun sekarang. Hal sekecil apa pun bisa menjadi masalah. Namun di saat itu pula Bunda bisa mengajarkan kepadanya mengenai cara berkomunikasi dengan baik.

 

5. Menjadi stand-up comedian dadakan

Seiring dengan perkembangan bahasa dan imajinasinya, Bunda akan geli mendengar cerita-ceritanya yang tidak masuk akal. Bahkan mereka kadang membuat lelucon tentang kesalahan yang mereka buat.

Memiliki rasa humor sangatlah baik. Bisa menertawakan diri sendiri di saat semuanya berjalan salah adalah lebih baik daripada membuat lelucon atas orang lain.

 

6. Suka bertanya

“Mengapa langit biru?”

“Mengapa harus ada nol, kalau memang barangnya tidak ada?”

“Mengapa upin-ipin gundul?”

Begitulah Bunda, siap-siaplah membuka buku pelajaran kembali karena setiap hari ia akan membombardir Bunda dengan pertanyaan tiada henti. Bahkan, jawaban Bunda pun bisa menjadi pertanyaan berikutnya.

Penelitian menyebutkan bahwa anak usia empat tahun suka bertanya 300 pertanyaan setiap hari! Tidak perlu pusing atau membentaknya untuk berhenti bertanya ya, Bunda. Ini hanya caranya untuk memahami dunia di sekelilingnya.

 

Begitulah perkembangan emosi anak di usia 4 tahun. Namun Bunda tidak perlu khawatir, mamagaol.com akan terus menemani Bunda dengan memberikan ide-ide kepengasuhan yang bermanfaat untuk Bunda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.