- Pernikahan

Suami Cuek, Apakah Tanda Ada Wanita Lain? Cari Tahu, Yuk!

Kenapa ya suami cuek? Dulu saat kenalan, suami begitu terlihat perhatian. Namun setelah menjalani rumah tangga beberapa bulan, semua berubah. Suami cuek, mulai tidak sensitif, dan kurang perhatian. Kira-kira apakah penyebabnya, benarkah ada wanita lain?

Orang bilang, hidup bukan drama Korea, di mana setiap pria seolah berubah menjadi malaikat yang penuh kasih sayang dan selalu ada untuk para pujaan hatinya.

 

Suami cuek, apa yang harus dilakukan?

Sebagai manusia, kita terlahir dengan empati. Namun ada kalanya rasa tersebut terhalang oleh kejadian, pikiran, atau hal emosional lainnya sehingga ketika seseorang di hadapan kita membutuhkan perhatian, kita sama sekali tidak dapat memahami apa yang sebetulnya orang tersebut butuhkan.

Seperti ketika Bunda sakit dan Ayah tidak juga peka membuatkan secangkir teh. Alih-alih menuduhnya tidak berperasaan, siapa tahu ayah justru sedang bingung, bertanya-tanya apa yang membuat Bunda sakit, apa yang harus segera dilakukan, atau bagaimana ia harus merawat si kecil.

Jadi, daripada baper, lebih baik Bunda tarik ‘kesadaran’ Ayah dengan langsung meminta untuk dibuatkan secangkir teh.

Cara lainnya? Tips berikut ini mungkin bisa lebih melegakan hati Bunda.

 

1. Terima pasangan

Suami-istri datang dari keluarga yang berbeda, dengan pola pengasuhan yang berbeda pula. Siapa tahu, selama ini Ayah tidak mendapat contoh tepat, bagaimana seharusnya mengekspresikan kasih sayang.

Jadi, daripada menuduh ayah sudah tidak sayang, cobalah terima keadaan Ayah. Selalu sampaikan dengan jelas apa yang menjadi keinginan Bunda.

 

2. Cari apa yang menjadi penyebabnya

Suami cuek dan seolah membuat jarak, terkadang hanya karena ingin menjadi seperti orang yang Bunda inginkan atau menjaga perasaan Bunda. Bisa jadi saat ini Ayah sedang ada masalah tetapi tidak ingin membuat Bunda khawatir.

Namun sebelum mulai bertanya, siapkan terlebih dahulu diri Bunda untuk jawaban yang paling buruk sekalipun. Jika jawaban Ayah langsung memancing kemarahan Bunda, bisa jadi Ayah akan semakin menutup rapat ‘cangkangnya’.

 

3. Sampaikan apa yang Bunda inginkan

Ya, langsung saja sampaikan apa yang menjadi keinginan Bunda. Bila memang ingin dijemput usai pulang belanja, atau ingin dibantu membereskan rumah, sampaikan saja dengan jelas.

Jika dalam beberapa hal bicara terlalu sulit, manfaatkan saja layanan pesan singkat atau fasilitas pesan pribadi (WhatsApp, Messenger, dll.)

 

4. Ganti fokus Bunda

Jika mencoba bicara kepada Ayah tidak berhasil, cobalah beri ruang kepada Ayah. Bisa jadi, Ayah adalah tipe yang penuh pertimbangan, termasuk membicarakan perubahan sikapnya.

Dengan memberi Ayah waktu, Bunda juga memberitahu jika Bunda menghormati semua keputusan Ayah. Sebagai gantinya, lakukan kegiatan yang Bunda suka dan sibukkan diri dengan kegiatan tersebut. Cara tersebut akan membuat Bunda terus tumbuh, sekaligus membantu hubungan Bunda semakin kuat.

 

5. Jangan mencoba mengubahnya

Kebanyakan wanita memiliki tendensi untuk mengubah pasangan, berharap pasangan akan menjadi individu yang kebih baik. Sayangnya, tidak ada seorang pun yang suka dan bisa diubah begitu saja.

Jika memang ada yang tidak Bunda suka, tanyakan saja apa penyebabnya. Kemudian cobalah Bunda bertanya kepada diri sendiri apakah bisa menerima kondisi Ayah dan mulai terbiasa dengan semua sikapnya.

 

Semoga artikel di atas bisa membantu Bunda lebih tenang dalam menentukan sikap kepada pasangan. Jangan sampai biduk rumah tangga yang Bunda bangun berantakan hanya karena prasangka. Berusahalah untuk fokus pada solusi untuk kepentingan bersama dibanding terus-menerus mencari kekurangan pasangan.