- Bayi

Penghilang Rasa Sakit Membuat Bayi Perempuan Terlambat Bicara?

Apa penyebab bayi perempuan terlambat bicara? Ada banyak obat yang aman dikonsumsi saat belum hamil tetapi bisa menjadi sangat berbahaya jika dikonsumsi saat Bunda hamil. Bahkan, obat penghilang rasa sakit seperti parasetamol (kadang disebut juga dengan tilenol), bahkan dapat menyebabkan bayi perempuan terlambat bicara.

Baru-baru ini sebuah hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal European Psychiatry’s telah mengejutkan banyak orang. Penelitian tersebut menyebutkan bahwa parasetamol dapat mengakibatkan bayi perempuan terlambat bicara.

 

Hubungan parasetamol dan keterlambatan bicara pada anak perempuan

Penelitian tersebut menemukan, bayi perempuan yang terlahir dari ibu yang mengonsumsi acetaminofen (bahan aktif dalam parasetamol) selama hamil, mengalami keterlambatan bicara dan menggunakan bahasa.

Penelitian yang sama juga menemukan, hal ini tidak terjadi pada bayi laki-laki.

Data ini disajikan oleh badan penelitian Swedish Eviramomental Longitudinal , Mother and Child, Asthma and Allergy (SELMA).

Hampir 800 orang ibu menjadi sukarelawan dalam penelitian ini. Untuk mengonfirmasi hasil penelitian, para peneliti juga meneliti urine dari ibu untuk memastikan adanya acetaminofen dalam tubuh mereka.

Para ibu yang turut serta dalam penelitian ini umumnya memiliki anak yang berumur 2,5 tahun. Tentu saja penelitian ini juga mengikutsertakan mereka guna mendeteksi adanya keterlambatan dalam perkembangan anak-anak tersebut.

Hasilnya, dari 59 persen ibu yang mengonsumsi acetaminofen, sebanyak 10 persen di antaranya memiliki anak yang terlambat bicara, dan kebanyakan berjenis kelamin perempuan.

Anak-anak perempuan ini lahir dari ibu yang mengonsumsi acetaminofen  6 kali pada awal kehamilan, yang ternyata berisiko 6 kali lebih besar dalam memiliki bayi yang terlambat bicara. Data ini merupakan hasil dari perbandingan dengan ibu-ibu yang tidak minum acetaminofen sama sekali selama mereka hamil.

 

Alasan lain menghindari acetaminofen selama hamil

Kita sering mendengar bahwa anak perempuan lebih cepat bicara dibanding anak laki-laki. Karena itu, para peneliti merasa aneh ketika anak-anak perempuan yang ikut dalam penelitian ini malah terlambat bicara.

Menurut peneliti senior, Profesor Hanna Swan, PhD., dari School of Medicine di Mount Sinai, bayi perempuan terlambat bicara kadang juga merupakan tanda awal dari masalah perkembangan saraf lainnya. Karena itu, dia menyarankan agar ibu hamil menghindari penggunaan obat penghilang rasa sakit selama hamil.

Jadi, apa yang harus dilakukan oleh ibu saat merasakan sakit selama hamil?

 

Pengobatan rumahan untuk mengurangi rasa sakit pada ibu hamil

Seperti telah disebutkan di artikel-artikel mamagaol.com yang lain, ibu hamil sebaiknya menghindari obat yang dijual bebas, termasuk parasetamol. Alternatifnya, gunakanlah pengobatan rumahan untuk mengurangi rasa sakit yang Bunda rasakan.

Sakit kepala sangat umum terjadi pada ibu hamil. Perubahan hormon, naik turunnya level gula dalam darah, stres dan kurang tidur, sering kali menjadi penyebab sakit kepala yang berlebih.

Kabar baiknya, Bunda tidak perlu menggunakan obat-obatan untuk mengurangi rasa sakit kepala yang Bunda rasakan. Berikut beberapa cara yang dapat Bunda coba:

  1. Istirahatlah di tempat yang lebih tenang, dan ambil napas dalam. Jika mungkin, redupkan lampu dan berusahalah untuk tidur.
  2. Berusahalah menstabilkan level gula darah jika kadar gula darah Bunda sering rendah, dengan mengonsumsi makanan manis berbahan dasar gula.
  3. Usahakan minum paling tidak 10 gelas setiap hari di waktu siang hari.
  4. Ikut kelas yoga prenatal

 

Ingat ya Bunda, selalu konsultasi dulu ke dokter jika Bunda ingin minum obat meskipun dosisnya sangat kecil. Tindakan kecil pencegahan tersebut mungkin akan sangat bermanfaat selama Bunda hamil, juga untuk janin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.