- Anak

Perkembangan Otak Anak di Setiap Tahapan Usia

Penting bagi Bunda untuk mengetahui setiap perkembangan otak anak. Dengan demikian, Bunda dapat menentukan asupan gizi yang memadai sekaligus memberikan stimulasi yang tepat.

 

Dalam kandungan

Saat si kecil mulai berkembang dalam tubuh Bunda, banyak hal terjadi pada tubuh mungilnya. Perkembangan otak janin melalui banyak tahapan perkembangan. Jadi, menu harian yang sehat dan seimbang selama hamil adalah nutrisi penting untuk janin dan juga Bunda.

Makanan apa saja yang sebaiknya Bunda makan? Berikut beberapa daftarnya:

  1. Ikan berlemak. Kedengarannya memang tidak sehat ya, Bunda. Namun justru inilah ikan laut yang paling sehat dan paling lezat. Ikan seperti salmon, tuna, sarden, makarel, dan trout adalah jenis ikan yang banyak mengandung DHA. Seperti Bunda tahu, DHA membantu otak berkembang dengan normal. Meskipun begitu, selalu bertanya kepada dokter ya, Bunda, mengenai jenis ikan mana yang aman untuk Bunda.
  2. Sayuran hijau. Sayuran hijau yang biasa kita masak sebagai urap dan pecel itu ternyata banyak mengandung asam folat lho, Bunda. Jadi, teruskan saja kebiasaan Bunda mengonsumsi sayuran ini.
  3. Minuman ini membantu Bunda menyediakan yodium untuk si kecil.

 

Usia bayi hingga balita

Perkembangan otak anak berkembang pesat pada tahap ini. Bahkan dalam sehari otak bayi membuat 100.000 koneksi saraf.

Pada tahap ini, ASI adalah pilihan terbaik. ASI mengandung banyak nutrisi penting untuk pertumbuhan menyeluruh si kecil.

Jadi, konsumsilah makanan yang dapat membantu memperbanyak ASI seperti oat, bawang putih, sayuran hijau, dan fenugreek. Jangan lupa perbanyak juga minum air putih.

Daftar makanan untuk membantu perkembangan otak anak adalah:

  1. Ikan berlemak. Jika Bunda suka, cobalah konsumsi ikan salmon. Ikan ini mengandung banyak omega-3, DHA dan EPA, yang sangat baik untuk perkembangan otak anak.
  2. Serealia utuh. Contoh makanannya adalah roti dari gandum utuh dan beras merah.
  3. Yoghurt. Otak juga butuh protein dan karbohidrat. Yoghurt adalah sumber sempura untuk kebutuhan ini.

 

Usia 5-10 tahun

Bunda mungkin akan kaget dengan perlambatan kecerdasan si kecil ketika usianya masuk tahun kelima. Meskipun begitu, kecerdasan si kecil masih 10 kali kecerdasan orang dewasa. Ia pun masih akan membuat 10.000 hingga 50.000 koneksi saraf setiap hari.

Dukung perkembangan otaknya dengan menawarkan beberapa pilihan makanan berikut ini:

  1. Telur: kaya kandungan protein, mudah diolah (direbus, orak-arik, bahan isi sandwich, taburan salad, dan pelengkap nasi goreng), dan mudah disajikan.
  2. Kacang-kacangan dan biji-bijian: sebagian orang tua tidak memasukkan kacang-kacangan dan biji-bijian dalam menu harian anak karena khawatir risiko alergi. Namun sebetulnya, selama tidak ada konfirmasi dari dokter, Bunda dapat memasukkan kacang-kacangan dan biji-bijian dalam menu hariannya. Kacang dan biji-bijian kaya dengan nutrisi yang baik untuk perkembangan otak, seperti protein, asam lemak, dan vitamin.
  3. Buah-buahan. Seiring dengan berkembangnya keterampilan anak untuk makan, Bunda bisa memberikan aneka buah-buahan kecil, misalnya buah yang ada dalam kelompok berry. Buah seperti apel dan plum kaya akan antioksidan yang membantu ketajaman daya pikir anak.

Oya Bunda, sebaiknya pada usia ini Bunda menghindarkan si kecil dari aneka makanan yang terlalu manis dan mengandung pewarna tambahan.

 

Anak di atas 10 tahun

Perkembangan otak anak masih akan terus berlanjut hingga usia 25 tahun. Pada tahapan usia ini perkembangan otak anak dipengaruhi oleh banyak faktor dari luar.

Di usia ini pula, Bunda boleh memberikan semua jenis makanan, selama makanan tersebut dapat membantu konsentrasi (alertness).

Beberapa makanan yang dapat membantu perkembangan otaknya adalah ikan, kacang-kacangan, alpukat, gandum utuh, dan kelompok buah berry.

 

Bagaimana Bunda, praktis dan lengkap kan panduannya? Selamat menyusun menu sehat untuk si kecil ya, Bunda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.