- Kehamilan

Mengapa Bayi Lahir Mati? Cari Tahu Penyebabnya!

Stillbirth adalah meninggalnya bayi pada usia kehamilan lebih dari 20 minggu. Kalau sebelum itu, namanya keguguran. Kedua momen tersebut tentu meninggalkan jejak sedih yang mendalam. Mengapa bayi lahir mati? Untuk mengetahui penyebabnya, silakan cek beberapa poin di bawah ini.

Adanya Kelainan Kromosom

Tanpa kromosom, janin dalam kandungan mudah mati. Kromosom merupakan inti sel yang menjaga makhluk hidup tetap hidup. Persentase kematian bayi akibat kelainan kromosom mencapai 15% hingga 20%. Penyebab adanya kelainan kromosom itu bisa karena lingkungan, faktor genetik, maupun hal-hal yang belum diketahui secara medis.

Buruknya Kondisi Kesehatan Kandungan

Buat Bunda yang tengah menjalani proses kehamilan, jagalah kesehatan tubuh baik-baik. Konsumsi makanan dan minuman yang cukup dan kaya akan serat nutrisi. Pertumbuhan janin dalam kandungan adalah segalanya. Bukankah si kecil jadi salah satu harapan Bunda untuk bertahan hidup? Kesehatan Bunda sama halnya dengan kesehatan janin itu sendiri.

Adanya Infeksi pada Kehamilan

Sekitar 1 dari 10 bayi mati akibat infeksi pada kehamilan. Poin ini masih agak berkaitan dengan poin sebelumnya. Infeksi tersebut bisa menyerang Bunda, janin, maupun kandungan itu sendiri. Infeksi yang menyebabkan stillbirth adalah sitomegalovirus, rubella, infeksi pada saluran kelamin, maupun listeriosis. Itulah mengapa bayi lahir mati bisa terjadi.

Adanya IUGR (Intrauterine Growth Restriction)

Kekurangan nutrisi pada janin juga memiliki resiko tinggi. Pertumbuhannya dipastikan terganggu. Begitu pula ketika terjadi infeksi kecil sekalipun, proses penyembuhannya sangat lambat. Dampak terbesarnya, ketika mau lahir, potensi matinya sangat tinggi. Pada waktu itu, kondisi bayi sudah sangat lemah. Ibarat telah kehabisan tenaga untuk berjuang lahir.

Plasenta Bermasalah

Sekitar 24% penyebab karena plasenta bermasalah itu bisa membuat stillbirth benar-benar terjadi. Masalah yang terjadi pada plasenta mengakibatkan peradangan, pembuluh darah di plasenta ikut bermasalah, sampai plasenta itu sendiri mengalami pembekuan. Padahal, suplai nutrisi yang bakal diserap oleh janin berasal dari plasenta.

Tali Pusar Bermasalah

Keluarnya tali pusar lebih dulu daripada si kecil bisa membuatnya sulit bernapas. Bahkan pada kondisi yang serius, si kecil tidak bisa bernapas sama sekali sampai akhirnya tak bernyawa. Tali pusar yang bermasalah juga bisa tampak melilit leher si kecil. Kalau tidak segera diselamatkan, akibatnya bisa fatal bagi sang bayi.

Itulah alasan mengapa bayi lahir mati untuk Bunda-Bunda yang ada di rumah. Mengandung ataupun belum mengandungm stillbirth adalah fenomena yang cukup serius dan harus diwaspadai sejak dini. Soalnya rata-rata penyerangannya bukan pada bagian luar, melainkan yang berkaitan dengan kandungan Bunda. Ngeri, kan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.