- Anak

Mau Mendidik Anak Mandiri? Jadilah Ibu yang ‘Tega’ pada Anak

Ibu tega pada anak untuk mendidik anak mandiri? Jangan salah sangka dulu Bunda. Tega yang kami maksud bukanlah ibu yang menganiaya anaknya, melainkan ibu yang kuat hati dan tegas.

Di zaman ini, saat anak-anak lebih mudah mendapatkan semua yang mereka inginkan, Bunda mungkin akan disebut jahat atau tega oleh si kecil ketika tidak mengizinkan mereka melakukan semua yang mereka inginkan.

Bunda mungkin akan menyerah dan akhirnya mengizinkan. Namun dalam hati, Bunda juga khawatir jika si kecil tidak mandiri, ia akan menjadi anak yang gagal.

Jadi, bagaimana dong, Bunda, apa yang sebaiknya kita lakukan?

 

Jadikan sebutan ibu kejam, tega, jahat sebagai hadiah saja

Kita tahu, anak manja sebenarnya bukan salah anak-anak. Orang tualah penyebabnya. Karena itu, jangan mundur Bunda. Yang Bunda butuhkan adalah ketegasan tetapi juga tangan penuh kelembutan, plus cinta tak bersyarat.

Tidak tahu caranya? Coba trik berikut ini!

 

1. Menetapkan waktu tidur

Apakah si kecil marah ketika Bunda memintanya tidur? Sudahkah Bunda jelaskan apa akibatnya jika kurang tidur?

Anak-anak biasanya akan lebih paham jika tahu alasan Bunda menetapkan jam tidur. Bunda bisa katakan, bahwa kurang tidur akan membuatnya kelelahan dan sulit konsentrasi, mudah sakit, dan lain sebagainya.

Jelaskan juga bahwa semua orang butuh tidur cukup termasuk Bunda. Anak pun harus tidur karena Bunda juga tidak bisa tidur jika ia tidak tidur.

 

2. Tidak menyediakan jajanan manis setiap hari

Camilan manis, seperti permen, seharusnya menjadi makanan yang paling jarang kita makan. Katakan kepada si kecil bahwa ia akan mendapatkannya di waktu-waktu tertentu, misalkan sebagai hadiah ketika ia sudah berbuat baik membantu Ayah membersihkan mobil.

Si kecil masih ngeyel? Katakan kepadanya, makanan manis dapat membuat gigi mereka keropos sehingga mereka tidak bisa berkata “Bola bundar jatuh di luar pagar” dengan jelas. Selain itu, gigi mereka juga akan menghitam seumur hidup, plus harus lebih sering datang ke dokter gigi.

Percaya deh, mereka tak akan protes lagi (eh, sedikit merengut mungkin, ya Bunda).

 

3. Membayar sendiri barang yang mereka inginkan

Saat butuh sesuatu, kita harus membayarnya sendiri dengan uang yang juga kita usahakan sendiri. Begitulah kenyataan yang terjadi di hidup ini, bukan? Meskipun berat, capek, ada rasa puas kan Bunda?

Jadi, ajari si kecil untuk membayar keinginannya sendiri. Ceritakan bagaimana rasanya memiliki kendali penuh atas barang yang dibelinya. Plus, mereka akan belajar bagaimana menggunakan uang dengan bijak dan menghargai semua barang yang mereka beli.

 

4. Tidak menutupi kenyataan hidup

Suatu hari, si kecil akan merasakan bahwa keinginannya tidak akan selalu terpenuhi. Atau akan ada saat di mana orang-orang tidak setuju dengan pendapatnya. Tidak ada orang yang istimewa dalam aturan dunia, semua sama.

Jadi berhentilah membuat semua mudah untuk si kecil untuk mendidik anak mandiri. Memberi kemudahan berarti Bunda tidak mempersiapkan si kecil untuk masa depannya, malah akan merusak masa depannya.

Tidak tega melihatnya menangis? Inilah konsekuensi mendidik anak mandiri, Bunda. Kuatkan hati Bunda!

 

5. Minta anak melakukan pekerjaan berat

Jangan terburu-buru membantu si kecil saat ia menghadapi masalah. Biarkan mereka berusaha menyelesaikannya sendiri dengan kemampuannya sendiri.

 

6. Berikan mereka jam atau alarm

Anak-anak harus belajar menghargai dan menggunakan waktu. Jika mereka tidak dapat menggunakan waktu dengan baik, mereka akan sering terlambat dan tidak bisa melakukan semua yang mereka inginkan.

Memiliki jam sendiri, juga bisa membuat anak lebih percaya diri. Percaya diri membuat mereka lebih bertanggung jawab dan lebih dewasa.

 

7. Tidak memberikan mereka barang paling update dan terbaik

Sebaiknya tidak memberikan anak ponsel keluaran terbaru, atau memberinya kamera DSLR, saat ia sebenarnya tidak ada bakat fotografi sama sekali.

Berikan benda sesuai dengan kebutuhan mereka. Jika perlu, dorong juga ia membayarnya sendiri. Jadilah ibu yang ‘tega’. Sebuah benda tidak perlu diganti setiap saat jika memang belum rusak. Ajari mereka nilai sebuah benda, dan bagaimana cara memakai sesuai kebutuhannya.

 

Tidak perlu baper jika si kecil memanggil Bunda sebagai ibu yang tega kepada anak. Katakan kepadanya bahwa Bunda melakukan hal tersebut agar ia menjadi anak mandiri, dan agar ia menjadi anak dengan perilaku yang baik. Percayalah, pada akhirnya si kecil akan berubah dan tahu, apa yang Bunda lakukan adalah untuk kebaikan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.