- Menyusui

Ini Tips Agar ASI Banyak Saat Dipompa, Yuk Dicoba!

Baper karena melihat foto berliter-liter ASI dari para pumping mama, Bunda? Ini tips agar ASI banyak saat dipompa!

Persediaan ASI pada setiap ibu sebetulnya berbeda-beda setiap hari. Selama Bunda juga menyusui si kecil langsung, sebetulnya persediaan ASI Bunda akan terus menyesuaikan kebutuhan si kecil.

 

Mengapa ASI yang saya pompa sedikit?

Perubahan kebutuhan ini bisa saja Bunda anggap sebagai masalah, padahal masih dalam rentang variasi yang normal. Akibatnya Bunda malah menjadi khawatir atau stres sehingga hasil perahan pun pada akhirnya tidak maksimal. Padahal banyak sedikitnya ASI kadang juga dijadikan ciri ASI berkualitas.

Perlu juga Bunda ketahui, sebetulnya tidak ada alat pompa mana pun yang bisa menggantikan keefektifan bayi dalam menstimulasi kerja kelenjar susu untuk menyediakan ASI lebih banyak. Jadi, meski Bunda sudah berusaha keras, hasilnya pun tidak akan sama seperti jika payudara dikosongkan oleh si kecil.

 

Lalu mengapa banyak para ibu yang dapat menghasilkan ASI lebih banyak?

Umumnya, seorang ibu menyusui menghasilkan 1/2 sampai 2 ons susu untuk kedua payudara dalam satu kali sesi memompa. Jadi, bila ada ibu yang dapat menghasilkan susu lebih banyak, bisa jadi ia memang memiliki persediaan ASI lebih banyak, kelenjar susunya merespons lebih baik terhadap pompa yang digunakan, atau telah belajar trik untuk memompa ASI lebih baik.

 

Trik dan tips agar ASI banyak saat dipompa

Untuk memacu penambahan produksi ASI, Bunda perlu lebih sering untuk mengosongkan isi payudara Bunda. Jangan menunggu hingga payudara mengeras baru kemudian dipompa. Ingat, semakin sering dikosongkan maka payudara Bunda juga akan lebih sering memproduksi ASI.

Bunda juga bisa mencoba beberapa tips berikut ini:

  1. Pompalah sedikit lebih lama, misalkan selama 15 menit. Tunggu 2 hingga 5 menit setelah tetes terakhir keluar, baru lepaskan pompa. Jika Bunda bekerja dan tidak punya banyak waktu untuk memompa, alternatif tips di bawah ini mungkin bisa Bunda coba.
  2. Saat Bunda sedang ada di rumah, lebih baik langsung berikan ASI kepada si kecil. Tidak ada yang lebih efektif menstimulasi kerja kelenjar susu selain isapan bayi.
  3. Jika Bunda bekerja dan waktu untuk memompa sempit, cobalah atur waktu untuk menambah 5 menit sesi memompa.
  4. Tambahkan satu atau dua sesi memompa di luar jam kerja atau di saat weekend. Misalnya, Bunda bisa memompa setelah si kecil menyusui, atau pompa sebelah payudara saat si kecil menyusui di sisi payudara lainnya. Bunda juga bisa mencoba memompa saat si kecil tidur dan ketika ia tertidur lebih lama dari biasanya.
  5. Jika si kecil protes karena Bunda memompa sambil menyusui, cobalah meluangkan sesi memompa tambahan di antara interval menyusui si kecil.
  6. Gunakan alat pompa yang lebih baik, misalkan model double pumping. Double pumping biasanya menghasilkan ASI yang banyak dan juga membantu untuk menstimulasi kelenjar susu.
  7. Lakukan pijat payudara.
  8. Jika pompa ASI yang Bunda gunakan dilengkapi dengan soft shield, cobalah untuk memompa dengan dan tanpa soft shield. Beberapa Bunda bisa menghasilkan lebih banyak dengan soft shield, meski beberapa lainnya tidak.
  9. Tambahkan galactagogues dalam menu makanan Bunda. Banyak ibu bekerja yang mencoba menambahkan makanan yang masuk dalam kategori galactagogues ke dalam menu harian mereka dan berhasil meningkatkan suplai ASI mereka. Bunda dapat mencoba oatmeal sebagai selingan di siang hari. Camilan kaya protein juga bisa menjadi alternatif. Jangan lupa untuk memperbanyak minum, termasuk saat Bunda hendak memompa ASI.
  10. Susui bayi sebelum dan sesudah Bunda bekerja. Pastikan siapa saja yang menjaga si kecil untuk tidak memberikan ASI sebelum Bunda pulang bekerja.
  11. Coba teknik ‘menyusui balik’, artinya ajak si kecil untuk minum ASI lebih sedikit saat Bunda tidak ada dan minum lebih banyak ketika Bunda di rumah.

Semoga ASI Bunda lancar ya, tetap semangat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.