- Kehamilan

Hati-Hati, Penyakit Difteri juga Bisa Menyerang Ibu Hamil, Lho!

Beberapa waktu lalu penyakit difteri sempat booming di Indonesia dan sempat memakan banyak korban yang kebanyakan adalah anak-anak. Jangan salah, ibu hamil juga bisa terserang penyakit ini, lho Bunda! Untuk itu, Bunda harus melakukan pencegahan difteri yang benar agar Bunda dan bayi dalam kandungan Bunda tak apa-apa. Bagaimana caranya?

Apa Itu Difteri?

Sebelum Bunda mengetahui sebenarnya cara pencegahan penyakit ini, lebih baik Bunda kenalan dulu sama difteri. Difteri adalah infeksi yang menular diakibatkan oleh bakteri corynebacterium. Para pengidapnya akan merasakan sakit tenggorokan dan demam. Bila sudah parah, bisa menyebar ke jantung dan sistem saraf dan bisa menyebabkan kematian.

Pada ibu hamil, penyakit ini bisa lebih berbahaya. Sebab, hal ini bisa menyebabkan kematian Bunda dan janin yang Bunda kandung. Umumnya, penyakit ini hanya ditemukan di negara berkembang seperti Indonesia karena tingkat vaksinasinya yang rendah. Untuk itu, ibu hamil pun saat ini disarankan untuk melakukan vaksinasi difteri sebagai upaya pencegahan.

Lalu, Bagaimana Ciri Penyakit Ini?

Penyakit satu ini memang bisa menyerang jaringan apa saja pada tubuh Bunda dan orang lain. Namun, tanda-tanda paling umum dari penyakit ini ada pada tenggorokan dan mulut. Tandanya adalah tenggorokan yang dilapisi selaput tebal warna abu-abu. Radang tenggorokan dan serak yang tak kunjung sembuh juga jadi salah satu tandanya.

Tanda lainnya dari penyakit ini adalah masalah pernapasan dan sulit menelan serta cairan pada hidung dan ngiler. Pengidapnya juga akan mengalami demam dan menggigil serta batuk yang keras. Pada penglihatan juga terjadi gejala yakni penglihatan yang mengabur. Lalu, pengidapnya akan memiliki tanda-tanda syok seperti kulit pucat dan dingit serta berkeringat.

Bagaimana Cara Pencegahan Penyakit Ini?

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, cara terbaik untuk mencegah penyakit ni baik pada ibu hamil atau lainnya adalah dengan melakukan vaksinasi. Pada bayi, vaksin diberikan sebanyak 5 kali yakni pada umur 2, 3, 4, 18 dan 4-6 tahun. Sedangkan pada ibu hamil cukup satu kali yakni di sekitar kehamilan 4 hingga 6 bulan.

Penyakit difteri adalah penyakit berbahaya yang penularannya sangat mudah. Penularannya bisa terjadi bila Bunda melakukan kontak langsung dengan penderita. Untuk itulah Bunda yang tengah hamil dan yang lain disarankan untuk tidak berdekatan dengan penderita. Bila terlanjur, sebaiknya segera lakukan tes dan perawatan sebagai upaya pencegahan difteri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.