- Dunia Ibu

Dukung Ibu dengan Deteksi Gejala Depresi Pasca Melahirkan

Bunda yang baru melahirkan akan mudah sekali terkena yang namanya postpartum depression. Postpartum depression adalah gejala depresi pasca melahirkan. Kadang, orang salah mengartikannya sebagai sindrom baby blues. Padahal, keduanya jelas berbeda. Lalu, sebenarnya apa perbedaannya? Bagaimana caranya mengatasi masalah ini?

Perbedaan Sindrom Baby Blues dan Postpartum Depression

Sekilas keduanya memang sama. Namun, pada hakikatnya keduanya jelas berbeda. Bunda atau pasangan bisa melihatnya dari intensitas dan durasi berlangsungnya gangguan tersebut. Pada baby blues yang terjadi pada ibu yang bau saja melahirkan gejalanya ringan dan bersifat sementara saja. Paling lama, kondisi ini berlangsung hanya 14 hari pasca melahirkan saja.

Sedangkan kondisi postpartum depression tidak. Gejala tersebut terus berlanjut bahkan setelah 14 hari pasca malhirkan. Bahkan, kondisi ini juga bisa ada sampai waktu 6 bulan pasca melahirkan.

Tanda Postpartum Depression yang Harus Para Suami Ketahui

Ketahuilah, sindrom postpartum depression akan menimpa semua wanita yang baru melahirkan. Tak peduli apakah itu kelahiran pertama, kedua atau seterusnya. Para suami bila melihat tanda-tanda istrinya mengalami hal ini harus segera minta bantuan istri atau psikolog. Tujuannya tentu saja agar mereka berhenti berpikir untuk menyakiti diri sendiri atau bayinya.

Gejala lain yang bisa para suami lihat dari penderita sindrom ini adalah mereka selalu berpikiran menakutkan. Mereka juga takut bila ditinggal berdua saja dengan bayi. Bahkan, ada di antara mereka yang tak tertarik pada bayi, keluarga atau kerabatnya. Ibu yang baru melahirkan juga sering sedih dan menangis tak terkendali pada waktu yang cukup lama.

Tanda lain dari gangguan ini adalah gelisah dan panik tanpa ada alasan yang jelas. Mereka juga akan merasa bersalah, tidak berharga dan akan menyalahkan diri sendiri. Ibu yang baru saja melahirkan juga akan kehilangan minat dan kesenangan pada hal yang bisa mereka nikmati. Tentu, mereka mengalami perubahan pola makan dan tidur serta merasa sengsara.

Apa yang Harus Dilakukan

Bila para suami mendapati istrinya mengalami hal demikian, maka berbaik hati dan bersabarlah padanya. Bertuturlah dengan lembut dan dorong mereka untuk bersabar juga. Buatlah mereka percaya bahwa mereka memiliki kekuatan dan kualitas diri yang bagus serta harus berpikir optimis. Bila perlu, ajaklah mereka untuk bicara pada psikolog.

Nah, sekarang sudah mengetahui apa itu postpartum depression, kan? Postpartum depression adalah gejala depresi pasca melahirkan yang bila dibiarkan bisa berakibat buruk. Untuk mengatasinya, jangan pernah ragu untuk berkonsultasi pada dokter. Dengan perawatan yang terbaik, maka mereka akan menjadi orang yang seperti semula. Penuh bahagia dan sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.