- Pra Kehamilan

Cara Memperkirakan Masa Subur Wanita Setelah Haid Agar Cepat Hamil

Sedang merencanakan kehamilan, Bunda? Sudahkah Bunda tahu cara memperkirakan masa subur wanita setelah haid agar cepat hamil?

Mengetahui kapan masa subur kita, ternyata tidak hanya bisa mempercepat proses kehamilan. Mengetahui masa subur juga bisa membantu kita mendapatkan momongan dengan jenis kelamin yang kita inginkan. Tentu saja, ‘hasil akhir’ tetap Tuhan yang menentukan ya, Bunda.

Nah, sebelum menentukan masa subur kita setelah haid, penting untuk mengetahui terlebih dahulu istilah-istilah yang berkaitan dengan penentuan masa subur ini.

 

  • Siklus haid: rentang waku antara hari pertama darah keluar dari vagina, hingga haid hari pertama berikutnya.
  • Ovulasi: proses pelepasan sel telur yang telah matang dari rahim menuju tuba falopi. Umumnya terjadi di hari ke-12 hingga ke-14 sebelum haid hari pertama. Masa ovulasi hanya terjadi selama 48 jam.
  • Masa subur: rentang waktu di mana jika sel telur bertemu dengan sperma akan memungkinkan terjadinya pembuahan. Masa subur umumnya terjadi di seputar waktu ovulasi, kurang lebih lima hari sebelum terjadinya ovulasi atau terjadi di hari ke-10 hingga ke-17 setelah haid hari pertama di bulan berjalan. Jadi, masa ovulasi itu tidak sama dengan masa subur ya, Bunda.

Baca juga: Merasa Seksi Hari Ini? Itu Tanda Masa Subur Wanita Sebelum Haid

 

Lalu, bagaimana cara menentukan masa subur wanita? Coba Bunda perhatikan ilustrasi berikut.

Bila di bulan ini hari pertama Bunda mengalami haid pada tanggal 3 November, maka masa ovulasi Bunda akan terjadi sekitar tanggal 17-18 November. Tanggal tersebut dihitung mundur dari tanggal haid pertama di bulan berikutnya, dan dengan asumsi siklus haid Bunda 28 hari, masa haid 6 hari.

Dengan hari pertama haid tanggal 3 November, maka masa subur Bunda kira-kira akan terjadi pada tanggal 12-19 November. Tanggal ini dihitung dari haid di hari pertama yang terjadi di bulan berjalan, yaitu hari kesepuluh hingga hari ketujuh belas.

Syarat untuk mengetahui masa subur yang tepat agar cepat hamil adalah Bunda harus tahu terlebih dahulu siklus haid Bunda setiap bulan. Sayangnya, siklus haid wanita sering kali berubah-ubah.

Untuk itu, bila Bunda saat ini benar-benar berniat hamil, mulailah mencatat siklus haid Bunda. Kemudian catat kapan siklus terpendek dan terlama Bunda. Saran kami, cobalah Bunda amati dalam kurun waktu 3-4 bulan.

Untuk siklus terlama, kurangi harinya dengan 11, dan siklus terpendek dengan angka 18. Hasil pengurangan siklus terpendek akan menjadi hari pertama masa subur Bunda, dan hasil pengurangan dari siklus terpanjang akan menjadi hari terakhir masa subur Bunda.

Misalkan siklus terlama Bunda 28 hari, maka hari terakhir masa subur Bunda adalah hari ke-17. Dan jika siklus terpendek Bunda 22 hari, maka hari pertama masa subur Bunda adalah hari ke-4 setelah haid pertama.

Rumit Bunda? Tenang saja, saat ini Bunda bisa memanfaatkan kalkulator masa subur wanita yang banyak tersedia di situs-situs kepengasuhan atau situs kesehatan. Beberapa kalkulator malah bisa membantu Bunda untuk memperkirakan jenis kelamin calon bayi berdasarkan waktu konsepsi.

Bunda juga bisa menggunakan aplikasi kalkulator masa subur wanita yang banyak tersedia di toko-toko aplikasi.

Baca juga: Tanda-tanda Wanita Subur Rahimnya Dapat Dilihat Secara Fisik?

 

Namun ingat ya Bunda, fungsi kalkulator masa subur wanita hanya berfungsi sebagai alat penghitungan. Bunda tetap harus mencatat berapa siklus haid Bunda terlebih dahulu. Catat juga berapa lama masa haid Bunda.

Selamat mencoba ya, Bunda. Semoga si kecil yang Bunda harapkan cepat hadir meramaikan rumah tangga Bunda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.