- Bayi

Bunda, Ternyata Ada Bayi Perempuan Masturbasi! Normalkah?

Bagi kita yang hidup di daerah Asia, fenomena bayi perempuan masturbasi tentu sangatlah memalukan. Namun, para ahli berkata bahwa hal ini normal, sebagai salah satu bagian dari perkembangan tubuhnya.

Bayi perempuan masturbasi bukanlah suatu tindakan menyimpang atau merupakan penyimpangan seksual. Di usia ini, bayi belum memiliki konsep tentang seksualitas.

Kegiatan bayi untuk menyenangkan dirinya sendiri ini biasanya mulai muncul di usia 2 bulan. Sedangkan anak laki-laki biasanya terlihat saat si kecil memainkan bagian kelaminnya. Sayangnya, pada bayi perempuan tidaklah terlihat nyata dan biasanya didiagnosis sebagai gejala lainnya.

Sebuah penelitian di tahun 2005 yang dilakukan oleh Universitas Rochester Medical Center menemukan bahwa masturbasi pada bayi perempuan sering didiagnosis sebagai gangguan gerakan.

 

Bagaimana mengetahui bayi perempuan masturbasi dan apa yang harus orang tua lakukan?

Saat seorang bayi perempuan masturbasi, biasanya mereka akan cenderung menggerakkan badannya dengan cepat, terlihat berkeringat, menyilangkan kaki, dan menegangkan badannya seperti seseorang yang mengalami kejang. Inilah mengapa orang tua sering mengira anaknya mengalami kejang-kejang dan bersegera membawa ke dokter.

Bila ini terjadi pada si kecil, jangan terburu-buru menjadi panik. Amati kapan si kecil biasa melakukannya, apakah saat ia duduk di baby car seat, saat merasa bosan, atau saat tidur.

Mengalihkan perhatian bayi mungkin bisa membantu menghentikan kegiatan ini. Namun jangan kaget jika kemudian bayi marah dan menangis karena merasa frustrasi.

 

Masturbasi pada bayi kadang hanya menegangkan badan

Sebuah badan di Amerika Serikat yang dikhususkan untuk mengamati perkembangan anak (American Academic of Pediatrics), pernah menemukan sebuah kasus. Seorang anak perempuan saat usianya 5 bulan sering sekali menegangkan badan, kaki, juga tangannya setiap kali ada kesempatan berbaring. Selanjutnya, dia akan membuat gerakan meringkuk sambil mengatupkan bibirnya.

Kegiatan tersebut ia lakukan selama beberapa kali dalam sehari. Ibunya yang khawatir membawa anaknya ke dokter. Saat dilakukan tes neurologi, semuanya terlihat normal. Kebiasaan anak ini menegangkan tubuhnya hanyalah sebuah cara untuk menstimulasi daerah genitalnya.

Namun, sebuah laporan media di Inggris juga mengungkapkan, kebiasaan seperti ini pun ditemukan pada anak-anak yang terdeteksi menderita epilepsi.

Jadi, jika Bunda mencurigai si kecil memiliki gangguan gerak, segeralah konsultasikan kepada dokter. Kadang kita menganggap si kecil sedang bermasturbasi tetapi sebetulnya perilaku tersebut merupakan tanda awal epilepsi. Untuk itu, penting sekali bagi Bunda mencatat semua perilaku si kecil guna membantu dokter lebih memahami apa yang sebenarnya terjadi pada buah hati Bunda

 

Bayi masturbasi, apakah tanda awal penyimpangan?

Seiring bertumbuhnya si kecil, secara naluri mereka akan merespons semua perubahan yang terjadi pada tubuhnya. Bahkan seorang anak yang belum mencapai usia puber merasa perlu untuk menstimulasi tubuhnya sendiri secara fisik.

Dr. Jonathan Mink dari Universitas Ronchester berkata agar orang tua tidak mudah panik jika melihat bayi perempuannya melakukan masturbasi. Apa yang dia lakukan bukan merupakan tanda jika si kecil nantinya akan menderita penyimpangan seksual.

Perilaku tersebut sangatlah biasa dan normal. Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Sebaiknya tidak menghardik dan menghukum anak karenanya. Hal ini normal, sama halnya ketika bayi mengisap jempolnya. Cobalah alihkan perhatiannya agar si kecil tidak terus-menerus mencoba menstimulasi bagian genitalnya.

Tentu saja, bagaimana mengatur perilaku anak, pilihannya tetap pada Ayah dan Bunda. Semoga artikel di atas menambah wawasan Ayah dan Bunda, ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.