- Menyusui

Bolehkah Ibu Menyusui Minum Kopi Instan? Cari Tahu Jawabannya Yuk!

Mungkin Bunda bertanya-tanya, bolehkah ibu menyusui minum kopi instan? Setelah semalaman begadang menenangkan dan mengganti popok si kecil, secangkir kopi hangat tentu akan sangat menyenangkan ya, Bunda.

Sayangnya, banyak yang berkata bahwa ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindari kopi.  Namun kami juga menulis bahwa sebetulnya tidak ada pantangan apa pun bagi ibu menyusui jika dokter sama sekali tidak memberikan rekomendasi.

Namun, untuk beberapa makanan dan minuman tertentu ada aturannya, dong Bunda. Jadi, apa ya aturannya minum kopi bagi ibu menyusui? Bagaimana dengan kopi jenis tertentu? Bolehkah ibu menyusui minum kopi instan atau ibu menyusui minum kopi luwak?

Kabar baiknya, jawaban dari hampir semua pertanyaan diatas adalah “ya”.

Hampir semua ibu menyusui dapat minum kopi, hanya dalam jumlah yang sewajarnya. Namun sebaiknya dihindari jika bayi yang sedang disusui masih berusia di bawah 6 bulan. Alasannya, ada beberapa bayi yang sangat sensitif terhadap kafein meskipun dengan bertambahanya usia nanti, bisa saja ia mulai tidak sensitif lagi.

Jadi, jika Bunda memang gemar minum kopi dan demi kesehatan si kecil Bunda sudah berhenti selama ini, lebih baik tunggu saja beberapa saat hingga si kecil berusia lebih dari 6 bulan, baru kemudian minum lagi.

Oya, yang dimaksud dengan kopi di atas adalah kopi murni (kandungan kafein 1-2 persen), bukan kopi instan yang banyak dijual di warung dan mini market.

 

Alasan kopi lebih tidak disarankan untuk bayi

Salah satu alasan mengapa kopi dilarang atau disarankan untuk dikurangi, semata-mata karena kekhawatiran jika kopi mungkin akan menurunkan kandungan zat besi dalam ASI. Meskipun sebetulnya kandungan kafein akan mulai menurun setelah 1-2 jam dikonsumsi.

Hanya saja, bagi beberapa bayi yang sensitif, kandungan kafein ini tetap saja sulit dicerna. Itulah mengapa para Bunda penggemar kopi lebih baik menunggu setelah lewat 6 bulan untuk kembali mengonsumsi kopi.

 

Cara mengetahui bayi sensitif terhadap kafein

Cara paling mudah adalah dengan mengamati kondisi bayi. Jika setelah Bunda mulai minum kopi lalu si kecil menjadi susah tidur, lebih sensitif, mudah marah, dan resah, itu artinya saat ini ia belum siap menerima kafein.

Untuk mengatasinya, Bunda bisa mengganti kopi yang Bunda konsumsi dengan kopi bebas kafein, atau menghentikan minum kopi sama sekali.

 

Berapa jumlah kopi yang dianggap terlalu banyak?

Setiap bayi atau ibu tentu memiliki ketahanan masing-masing terhadap jumlah kafein dalam kopi. Namun, banyak ahli menyarankan untuk mengonsumsi secangkir kecil kopi maksimal 2 kali. Atau jika dihitung dalam jumlah kafein, 300-750mg/hari merupakan batasan yang bisa Bunda konsumsi.

 

Bisakah ibu menyusui minum kopi instan?

Aturan yang berlaku tetaplah sama, ibu menyusui masih bisa minum minuman yang mengandung kafein, selama tidak lebih dari dua cangkir dan atau 300-750mg kafein per hari.

Hanya saja, kopi instan yang tersedia di pasaran saat ini sangat sedikit mengandung kopi murni. Justru minuman ini lebih banyak mengandung gula, penambah rasa, dan zat tambahan lain selain kopi.

Kadar kafein dari kopi instan memang lebih rendah, hanya saja kopi jenis ini mengandung natrium dan karbohidrat saja. Menurut kami, akan lebih baik jika Bunda juga menghindarinya.

Bagaimana dengan kopi luwak? Jika yang Bunda maksud adalah kopi luwak murni, aturannya akan sama dengan kopi biasa. Kandungan kafein luwak juga tidak beda jauh dengan kopi biasa.

Bila yang dimaksud adalah kopi luwak instan yang banyak ditemui di pasaran maka saran kami juga akan sama, lebih baik Bunda menghindarinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.