- Menyusui

Bolehkah Ibu Menyusui Makan Mie Instan? Cari Tahu di Sini!

Bolehkah ibu menyusui makan mie instan? Sama dengan saat hamil, ketika menyusui, para Bunda biasanya berubah menjadi polisi makanan. Setiap detail makanan akan diteliti dulu komposisi serta manfaatnya untuk tubuh.

Well, kehadiran si kecil memang mengubah semuanya, ya. Namun bagaimana dengan makanan instan, terutama mi, apakah aman bagi ibu menyusui untuk mengonsumsinya?

Jika dulu lapar di saat sibuk, dengan mudahnya Bunda akan berlari ke lemari dan langsung menyeduh sebungkus mi. Namun bagaimana sekarang, di saat setiap gram makanan bisa sangat memengaruhi kesehatan dan perkembangan si kecil, bolehkah ibu menyusui makan mie instan?

Berikut ini ulasannya untuk para Bunda.

 

Tipe mi instan

Ada dua macam mi di pasaran. Karena jenis makanan ini biasanya paling mudah kita pilih saat lapar, ada baiknya kita mengenal dulu macam-macam mi ini:

  1. Mi instan yang hanya butuh satu kali dimasak sebelum disajikan.
  2. Mi instan yang butuh 2-3 kali proses pemasakan sebelum siap disajikan.

Jenis pertama inilah yang biasanya kita pilih saat merasa lapar di tengah-tengah kesibukan atau sekadar ingin camilan di antara jam makan.

Mi instan jenis ini biasanya dibuat dari tepung, pati, minyak nabati, penstabil, pengatur keasaman, pewarna, dan garam. Dilengkapi juga dengan bumbu yang biasanya mengandung MSG, pencita rasa, atau kita kenal dengan flavour, serta pengawet makanan.

 

Nah, bagaimana dengan keamanan mi instan untuk ibu menyusui?

Sebetulnya, aman-aman saja kok bagi ibu menyusui untuk mengonsumsi mi instan. Apalagi makanan ini murah dan mudah disiapkan. Cocok bagi para Bunda menyusui yang tidak punya banyak waktu di dapur.

Hanya saja, mi instan biasanya tidak begitu banyak mengandung nutrisi, seperti vitamin, protein, dan mineral. Coba saja cek pada informasi nilai gizi yang ada di bagian bungkus mi instan, rata-rata kandungan terbesar justru sodium, karbohidrat, dan lemak jenuh.

Banyak juga anggapan bahwa mi instan mengandung lilin atau parafin, karena itu berbahaya untuk ibu hamil dan menyusui. Anggapan ini sama sekali salah. Salah satu proses mi instan sebelum dikemas memang harus dikeringkan guna mengurangi kadar airnya. Kadar air rendah akan membuat produk lebih awet dan tahan lama.

Proses pengeringan mi instan ada dua macam, yaitu digoreng dan dipanggang dalam oven. Kebanyakan mi instan yang dijual di pasaran diproses dengan digoreng guna menekan biaya proses, sekaligus menambah cita rasa pada mi.

Minyak hasil dari penggorengan inilah yang sering keluar lagi pada saat direbus dan sering diduga oleh masyarakat sebagai lilin atau parafin.

 

Kangen makan mi instan? Buat saja lebih sehat!

Minimnya nutrisi pada mi instan inilah yang perlu Bunda pertimbangkan. Ingatlah bahwa Bunda saat ini butuh makanan yang bernutrisi lebih banyak. Makanan bernutrisi juga akan membantu Bunda mempertahankan jumlah dan kuantitas ASI untuk si kecil.

Jadi saran mamagaol.com, sebaiknya Bunda mengonsumsinya hanya saat terpaksa. Misalnya, saat Bunda sudah sangat lapar, sementara tidak ada pilihan makanan lain, atau waktu memasak Bunda sangat sedikit.

Cara lainnya adalah dengan membuat mi instan lebih bernutrisi, yaitu dengan menambahkan sayuran, telur, ayam rebus, dan lainnya.

Kurangi juga penggunaan bumbu yang tersedia pada kemasan. Akan lebih baik jika Bunda menggunakan separuhnya saja.

Jika mungkin, pilih saja jenis mi instan yang kedua. Tambahkan sedikit bumbu buatan sendiri dan sayuran. Atau pilih mi instan yang prosesnya tidak dengan digoreng melainkan dengan dipanggang dalam oven, guna mengurangi jumlah kandungan lemak berlebih di dalam minyak.

Jangan lupa konsumsi mi instan hanya jika terpaksa ya Bunda. Bagaimana pun, variasi makanan segar akan lebih baik bagi Bunda, juga pertumbuhan si kecil.

Semoga artikel d iatas dapat menjawab pertanyaan, bolehkah ibu menyusui makan mie instan? Salam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.