- Anak, Dunia Ibu

Biar Ibu Tidak Stres, Ini Cara Mencegah Terjadinya Tantrum

Tantrum atau marah mendadak terbilang wajar dialami si kecil saat berusia 15 bulan sampai 4 tahun. Kemarahan mendadak ini banyak ciri-cirinya, seperti cemberut, menangis, meronta, melempar barang, dsb. Cara mencegah terjadinya tantrum sangat diperlukan untuk menekan timbulnya stres pada ibu jika tiba-tiba anak kecil marah, terlebih di tempat umum.

1.     Selalu Ramah pada Anak

Selalu ramah pada anak merupakan salah satu cara ampuh untuk meredam tantrum pada anak. Jika anak mulai kesal, sikap ramah dari bunda akan mengurangi dan menghilangkan marahnya. Akan tetapi, sebelum anak marah, usahakan untuk bersikap ramah dan lembut demi mencegah tantrum pada anak. Hal ini diperlukan agar anak selalu good mood.

2.     Melakukan Komunikasi dengan Baik

Anak yang merasa nyaman tentu tidak akan mengalami tantrum. Sebagai seorang ibu, bunda harus memahami apa yang diinginkan si kecil. Lakukanlah komunikasi dengan baik untuk memahami apa yang dibutuhkan si kecil, apa keinginannya, dan bagaimana pendapatnya mengenai sesuatu. Menjalin komunikasi yang seru dan asyik akan membuatnya nyaman.

3.     Menghindari Penyebab Tantrum

Banyak hal yang bisa memicu tantrum atau marah mendadak pada anak, di antaranya keinginannya tidak terpenuhi, bosan pada aktivitasnya, kesepian, dan sebagainya. Beragam hal ini tentunya bisa diketahui oleh bunda dan hindarilah penyebab tantrum. Meskipun demikian, penyebab tantrum tersebut bisa dihindari.

Anak kecil masih membutuhkan kasih sayang dan perhatian ekstra. Untuk itu, usahakan untuk memberikan perhatian lebih. Bunda bisa mengajaknya bermain, menghiburnya dengan bernyanyi, bermain musik, jalan-jalan, bersepeda, dan lain sebagainya.

4.     Melibatkan Si Kecil dalam Pengambilan Keputusan

Siapa bilang keputusan hanya ditentukan oleh orang tua? Melibatkan anak dalam pengambilan keputusan dalam keluarga juga penting, bahkan menjadi salah satu cara mencegah tantrum. Mengajak anak berpikir akan sesuatu hal dan menuntunnya untuk memutuskan suatu tindakan sangat baik diajarkan sejak dini.

Sebagai contoh, anak yang tantrum karena tidak terpenuhi keinginannya sangat berpotensi mengalami tantrum. Keinginan yang tidak terpenuhi tersebut bisa jadi karena tidak diperbolehkan melakukan atau memilih sesuatu. Jika sudah demikian, emosinya memuncak dan terjadilah tantrum.

Sebaliknya, bunda dapat mencegah kemarahannya dengan meminta pendapatnya, sehingga si kecil tetap merasa dihargai dan mengerti alasan bunda melarang ia melakukan atau memilih sesuatu tersebut. Dengan diskusi bersama, pelibatan anak dalam pengambilan keputusan berdampak baik dan meminimalisir tantrum. Kecerdasan emosi bisa dibentuk dari sini.

Memang banyak penyebab tantrum. Demikian pula bentuk kemarahan anak berbeda-beda. Setelah melakukan aneka cara mencegah terjadinya tantrum di atas, bunda bisa memberikan pujian atau reward kepada si kecil ketika ia tidak tantrum. Dengan demikian, potensi anak kecil marah bisa diminimalisir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.