- Anak, Dunia Ibu

Apa Saja Fase Tantrum pada Anak dan Ciri-Cirinya?

Tantrum pada anak adalah hal yang normal. Ini biasanya dilakukan mereka untuk melepas emosinya. Ada beberapa fase tantrum pada anak yang harus Bunda ketahui. Setiap fase memiliki ciri anak tantrum yang berbeda-beda. Nah, bagi Bunda yang kini memiliki anak yang masih kecil, boleh tahu nih apa saja fase tantrum yang dialami anak dan cirinya!

1. Penyangkalan

Fase pertama dari tantrum pada anak adalah penyangkalan. Seperti namanya, fase ini memang diawali penyangkalan oleh si kecil. Misal penyangkalan tersebut adalah mengabaikan petunjuk dari orang tua atau terpaku dengan tatapan tak percaya bahwa apa yang dia minta tak Bunda kabulkan. Biasanya, pada fase ini si kecil tak akan mendengarkan.

2. Kemarahan

Fase selanjutnya dari tantrum pada anak adalah kemarahan. Ini adalah lanjutan dari fase ini. Ciri-ciri dari fase ini biasanya ditandai dengan melempar apa saja yang ada di dekatnya ke sekeliling ruangan, berteriak, atau memukul dan menendang. Ada juga anak yang sampai berguling-guling di lantai. Namun, Bunda tetap harus tenang menghadapi fase ini.

3. Tawar-menawar

Fase berikutnya setelah kemarahan adalah tawar-menawar. Fase ini terjadi setelah si kecil menunjukkan amarahnya. Pada umumnya, si kecil akan menawarkan sesuatu untuk dilakukan asal Bunda menuruti keinginannya. Bila Bunda tak setuju, dia biasanya akan memberi penawaran lain. Begitu seterusnya hingga dia menyadari tawar-menawar tak akan berhasil.

4. Kesedihan

Selanjutnya dari fase tantrum yang dialami si kecil adalah kesedihan. Fase ini biasanya ditandai dengan tangisan pada si kecil. Mereka akan terlihat sangat sedih karena keinginannya tak dikabulkan orang tua. Namun tenang saja, Bunda tak harus sedih karena fase ini biasanya tak berlangsung lama.

5. Penerimaan

Fase terakhir dari tantrum yang dialami si kecil adalah penerimaan. Tantrum pada fase ini mulai mereda dan mereka akan menjadi lebih tenang. Nah, pada saat inilah Bunda harus memanfaatkan momen dan menjelaskan pada mereka kenapa keinginan mereka tak dikabulkan. Beri pengertian bahwa itu adalah yang terbaik untuk mereka.

Ketika si kecil mengalami tantrum, Bunda harus tetap tenang. Jangan coba-coba turuti semua kemauannya karena itu akan membuatnya bersikap buruk. Ciri anak tantrum pada anak berbeda-beda sesuai dengan fase tantrum pada anak. Oleh sebab itu, Bunda harus tahu apa saja fasenya sehingga bisa melakukan tindakan yang tepat pada si kecil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.