- Menyusui

Apa Penyebab Payudara Keras dan Sakit Pada Ibu Menyusui?

Payudara keras dan sakit pada ibu menyusui dapat terjadi karena bayi tidak menyusui dengan efektif, sehingga keseluruhan ASI tidak keluar dari payudara. Begitu juga ketika Bunda memompa ASI tetapi tidak semua ASI Bunda keluarkan. Bisa saja payudara Bunda akan mengeras dan terasa sakit.

Dalam dunia kesehatan, kondisi ini disebut dengan engorgement. Biasanya hal ini terjadi pada awal-awal menyusui, sekitar 3-4 hari setelah Bunda melahirkan.

 

Engorgement, apakah normal?

Saat dalam masa menyusui, payudara memang akan terasa lebih penuh, berat, dan lebih hangat. Berbeda bila Bunda mengalami engorgement, payudara Bunda akan terasa lebih keras, berat, dan sangat sakit.

Payudara yang mengeras juga terjadi karena naiknya aliran darah dan cairan di sekitar daerah payudara. Engorgement dapat terjadi kapan saja dan biasanya dialami oleh banyak ibu baru dalam 72 jam seusai melahirkan.

Namun biasanya gejala ini segera membaik seiring frekuensi menyusui yang semakin sering. Engorgement yang tidak segera diatasi, selain menurunkan suplai ASI, Bunda juga bisa mengalami kesulitan saat hendak menerapkan latching atau pelekatan yang benar.

 

Penyebab payudara menjadi keras dan terasa sakit

Selain karena Bunda baru saja memasuki masa menyusui, engorgement juga bisa terjadi karena:

  1. Melewatkan waktu menyusui karena sebab apa pun
  2. Bunda mencoba memperpanjang masa tunggu menyusui
  3. Bunda memiliki bayi yang lahir prematur atau sakit dan harus dirawat khusus dalam NICU, dan Bunda tidak segera mengeluarkan ASI. Si kecil mungkin tidak bisa minum ASI langsung dari Bunda, karena itu sebaiknya Bunda memastikan ketersediaan ASI untuknya nanti dengan rutin memompa ASI.
  4. Bayi tidak mampu minum keseluruhan ASI Bunda, atau karena jumlah kebutuhan ASI-nya memang sedikit
  5. Bayi kadang hanya ingin menyusui pada salah satu sisi. Ini hal yang biasa terjadi. Untuk mengatasinya, cobalah menyusui dengan posisi yang berbeda.
  6. Terlalu sering menggunakan empeng atau alat bantu menyusui lainnya
  7. Memberikan susu formula terlalu dini
  8. Tiba-tiba berhenti menyusui tanpa mengurangi frekuensi menyusui perlahan-lahan selama beberapa minggu.
  9. Bayi tidak bisa minum ASI dengan efektif.

Apa pun penyebabnya, jika payudara mengalami engorgement, Bunda harus bersabar dan bersegera mengeluarkan ASI dari dalam payudara Bunda.

 

Cara mengatasi engorgement

Engorgement harus segera diatasi secepatnya karena dapat menyebabkan payudara mengalami mastitis.

Berikut ini adalah cara mengatasi payudara keras karena ASI yang menumpuk pada saluran ductus:

  1. Minta bantuan bidan untuk menunjukkan bagaimana posisi menyusui yang benar.
  2. Lebih sering susui bayi, termasuk memberikan ASI di malam hari. Perhatikan tanda bayi mulai membutuhkan ASI.
  3. Sebisa mungkin hindari pemberian susu formula di antara waktu bayi minum ASI. Memberikan susu formula akan menambah rentang waktu untuk bayi mengosongkan payudara Bunda.

 

Ketika payudara keras dan terasa sakit, apa yang harus dilakukan?

Saat mengalami payudara mengeras karena penumpukan ASI, biasanya Bunda akan merasa sangat sakit. Jadi, lakukanlah beberapa hal berikut ini untuk mengurangi rasa sakit yang Bunda rasakan.

  1. Gunakan kain hangat atau mandi di bawah guyuran air hangat untuk membantu aliran ASI.
  2. Sebelum mulai menyusui bayi, keluarkan sedikit ASI dengan tangan, agar payudara sedikit melunak.
  3. Jika payudara Bunda masih terasa keras meski si kecil baru saja menyusui, keluarkanlah dengan menggunakan tangan.
  4. Minum obat pereda rasa sakit.
  5. Gunakan gel pendingin atau kain yang sudah direndam air dingin guna mengurangi kerasnya Bunda juga bisa menggunakan kacang polong beku atau daun kol yang sudah didinginkan. Letakkan 10 menit sebelum dan sesudah menyusui untuk membantu aliran ASI lebih baik. Jika mungkin, beri sedikit pijatan pada payudara ke arah ketiak guna membantu ASI mengalir lebih lancar.

 

Keluarkan ASI dengan tangan bukan dengan alat pompa. Memompa ASI keluar dengan tangan adalah cara termudah mengatasi engorgement. Memompa dengan tangan akan mencegah payudara mendapat stimulasi berlebih dan memproduksi ASI lebih banyak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.