- Bayi

Apa Itu Baby Led Weaning dan Risikonya untuk Si Kecil?

Baby Led Weaning tengah menjadi tren dan banyak dibicarakan. Bagi semua ibu baru, waktu memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) menjadi momen berharga yang sangat dinantikan sehingga ibu juga bersemangat untuk mempersiapkan segala kebutuhan MPASI dari mulai peralatan hingga bahan makanan. Semuanya dilakukan ibu supaya bayi bisa menikmati berbagai makanan nikmat yang tepat untuk usianya di mana perut dan pencernaan bayi masih sensitif.

Di zaman yang semakin maju ini, metode penerapan MPASI juga semakin beragam, salah satunya adalah baby led weaning atau populer disebut BLW. Bagi Anda yang belum memahami metode BLW ini dan apa saja risiko yang bisa dialami oleh buah hati Anda, berikut ini kami memiliki ulasan selengkapnya sebagai informasi untuk Anda, para ibu baru.

 

Pengertian BLW

 

 

BLW yang merupakan singkatan dari Baby Led Weaning merupakan salah satu metode dalam memberikan MPASI yang sedang booming di kalangan para ibu muda di perkotaan.

Pada awalnya, baby led weaning ini dipelopori oleh Gill Rapley sekitar 10 hingga 15 tahun yang lalu. Beberapa ahli sependapat dengan metode baby led weaning ini karena bisa membantu bayi untuk lebih mandiri sebab tidak ada bantuan atau campur tangan orang tua dalam memilih makanan atau menyuapi.

Dalam metode baby led weaning, bayi akan dibebaskan untuk memilih makanannya sendiri dengan harapan bayi akan lebih mudah untuk mengonsumsi makanan apa pun termasuk buah dan sayur. Baby led weaning juga membuat bayi bisa mencoba berbagai tekstur makanan sejak awal mereka makan. Jenis makanan yang diberikan pada metode ini adalah makanan setengah padat berbentuk bubur atau pun yang sudah dicacah.

Dari penelitian yang sudah dilakukan, baby led weaning akan membuat kemampuan motorik oral bayi akan semakin terlatih sekaligus mengembangkan kemampuan bayi untuk menggunakan indera pengecap yakni lidah, sekaligus kemampuan mengunyah si kecil yang tidak didapatkan jika menerapkan metode tradisional seperti spoon feeding atau menyuapi bayi yang hanya bermanfaat untuk membuat bayi menyedot makanan.

Akan tetapi, di balik banyak kelebihannya, baby led weaning ternyata juga dapat menimbulkan risiko bagi bayi. Apa sajakah itu? Silakan simak ulasan selengkapnya berikut ini.

 

Risiko Menggunakan Metode Baby Led Weaning

Ada beberapa risiko yang kemungkinan akan dialami bayi saat sang ibu memutuskan untuk menerapkan metode BLW ini pada saat memberikan makanan pendamping ASI, di antaranya adalah:

 

1. Bayi Tidak Mendapatkan Makanan yang Tepat

Banyak ibu yang menjalankan metode baby led weaning untuk buah hati mereka berpikir jika memberikan kebebasan bayi untuk makan apa pun akan membantu bayi untuk lebih mudah mengonsumsi berbagai jenis makanan. Akan tetapi, perlu diketahui jika bayi juga membutuhkan nutrisi yang lebih spesifik seperti asupan zat besi lebih banyak dari orang dewasa.

Selain zat besi, bayi yang sudah memasuki usia 6 bulan juga membutuhkan beberapa nutrisi lainnya seperti zinc dan vitamin B12. Semuan kebutuhan nutrisi penting ini kurang tercukupi saat menggunakan metode BLW dibandingkan dengan metode tradisional spoon feeding.

 

2. Tidak Mengonsumsi Makanan Padat dalam Jumlah Cukup

Bayi yang baru memasuki usia 6 bulan juga baru saja mulai belajar cara menggenggam menggunakan ibu jari dan jari telunjuk mereka yang dinamakan dengan pincer grasp sehingga memungkinkan bayi untuk memasukkan makanan lebih mudah ke dalam mulut mereka.

Pada kenyataannya, bayi belum bisa menerapkan pincer grasp tersebut hingga mereka berusia 9 sampai 12 bulan dan kemungkinan bayi juga akan menggunakan seluruh jari mereka untuk memasukkan makanan ke dalam mulut sehingga lebih sulit dilakukan. Hal ini akan menyebabkan bayi tidak mendapatkan asupanan makanan padat yang cukup ke dalam tubuhnya dan kekurangan nutrisi, khususnya zat besi.

 

3. Risiko Tersedak Lebih Tinggi

 

 

Para ibu yang menggunakan metode baby led weaning pada bayi mereka umumnya juga akan memberikan ukuran makanan yang cukup besar kepada bayi seperti contohnya buah anggur dan brokoli. Ukuran makanan yang terlalu besar ini akan meningkatkan risiko bayi tersedak saat makanan masuk ke dalam mulutnya sehingga para ibu juga harus ekstra hati-hati dalam memotong atau mencacah makanan yang akan diberikan kepada bayi.

Menerapkan metode baby led weaning dalam memberikan makanan pendamping ASI sebenarnya bisa saja dilakukan untuk mendapatkan banyak manfaat. Akan tetapi, Anda juga tidak boleh sembarangan dalam memberikan makanan padat untuk bayi. Carilah informasi lebih lengkap tentang pengetahuan dalam menerapkan metode ini supaya bayi bisa tetap tumbuh dengan sehat dan kebutuhan nutrisinya bisa terpenuhi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.