- Anak

Anak-anak Juga Bisa Depresi, Berikut Ciri-ciri Anak Tertekan!

Apa saja ya ciri-ciri anak tertekan? Anak-anak yang terlihat polos dan lucu ternyata bisa juga mengalami depresi dan rasa tertekan tanpa tahu bagaimana harus melepaskan diri dari persoalan yang sedang dihadapinya.

Depresi pada anak berbeda dengan perasaan sedih sesaat yang sering ditunjukkan anak karena film kesayangannya gagal tayang, atau permen kesukaannya direbut adiknya. Ada beberapa ciri-ciri anak tertekan, salah satunya adalah rasa sedih yang menetap.

 

Tanda-tanda anak depresi atau tertekan

Ciri-ciri anak tertekan berbeda-beda pada satu anak dengan anak lainnya. Perasaan ini sering kali diabaikan oleh orang tua atau orang dewasa lainnya.

Sering kali kita beranggapan jika mereka akan segera lupa, dan akan membaik dengan sendirinya. Akibatnya kita abai terhadap perubahan perilaku anak.

Padahal bila tidak segera ditangani, depresi atau perasaan tertekan pada anak bisa mengakibatkan perubahan perilaku dan emosionalnya hingga dewasa kelak.

Berikut ini ciri-ciri anak tertekan yang Bunda atau orang dewasa lain patut waspadai:

  1. Selalu marah atau kesal pada situasi apa pun yang sedang ia hadapi
  2. Terus-terusan terlihat sedih dan sering mengungkapkan ia tidak bisa melakukan apa pun
  3. Menarik diri dari lingkungan pertemanan
  4. Sangat sensitif terhadap penolakan
  5. Nafsu makan berubah, baik itu menjadi lebih bernafsu atau malah kehilangan selera makan
  6. Perubahan pola tidur, baik itu lebih banyak tidur, atau malah sulit tidur
  7. Mudah menangis, dan tangisannya selalu keras meski menghadapi persoalan kecil
  8. Susah konsentrasi
  9. Mudah pusing dan kehilangan energi
  10. Sering mengeluh sakit (utamanya sakit perut dan sakit kepala), tetapi tidak membaik meski sudah minum obat
  11. Gangguan berpikir
  12. Ingin bunuh diri atau selalu berpikir tentang kematian

Seperti orang dewasa, kebanyakan anak-anak sering mengalami depresi, baik karena performanya yang tak kunjung baik di sekolah, kehilangan teman, berselisih, dan masih banyak lagi.

Namun bila si kecil di rumah menunjukkan sebagian besar tanda-tanda di atas, dan menetap paling sebentar selama 2 minggu, ada kemungkinan bila ia mengalami depresi.

 

Mengenali ucapan anak depresi

Oya Bunda, kadang Bunda juga bisa mengenali tanda awal depresi si kecil dari ucapan yang sering ia gunakan. Misalkan ketika menghadapi PR yang tak kunjung bisa ia kerjakan, alih-alih tetap minta istirahat, ia malah melontarkan perkataan bernada putus asa.

Meskipun beberapa anak masih dapat beraktivitas normal, mereka akan menunjukkan perubahan besar terhadap kehidupan sosialnya, seperti kehilangan minat sekolah dan menurunnya performa di sekolah. Anak juga mengungkapkan kata-kata depresi karena orang tua, semacam: “Apa yang Ibu harapkan dari aku?”, “Aku sungguh payah kali ini”, “Ah, rasanya ingin mati saja daripada mengerjakan soal-soal ini”.

Kata-kata seperti ini kadang muncul tidak hanya karena sulitnya pelajaran di sekolah, tetapi bisa juga karena rasa tertekan dari sikap orang tua yang sering menuntut, tidak mudah puas, atau membandingkan anak dengan teman atau saudaranya.

Kata-kata depresi karena orang tua yang bersikap selalu ingin lebih, patut Bunda waspadai. Terutama jika diikuti dengan sikap anak yang menjadi mudah marah atau mengurung diri dalam kamar.

Kata-kata tersebut ia ucapkan karena sebetulnya ia sedang merasa tidak berdaya dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Namun di sisi lain, ia tahu jika orang tuanya mengharap lebih pada dirinya. Akibatnya ia merasa kesal, putus asa, tetapi juga mencoba membela diri dengan mengucapkan kata-kata tersebut.

Bila Bunda mendapati si kecil mulai menunjukkan gejala awal depresi, jangalah ragu untuk meminta bantuan medis. Tidak perlu malu karena yang terpenting adalah kesembuhan dan kembalinya keceriaan si kecil. Di artikel berikutnya, akan kami bahas langkah demi langkah untuk mengatasi rasa depresi pada si kecil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.