- Menyusui

9 Kesalahan yang Sering Dilakukan oleh Ibu Menyusui Baru

Bagi sebagian ibu menyusui, proses menyusui itu mudah, sederhana, dan tidak perlu banyak teori. Namun bagi sebagian yang lain, setiap tetes adalah hasil perjuangan yang panjang.

Masalahnya, kita semua sering berpikir, menyusui adalah hal yang alami, tidak perlu dipelajari, atau dipersiapkan sejak dini. Padahal, beberapa hal memang harus dipersiapkan agar proses menyusui berjalan degan lancar di kemudian hari.

Berikut ini beberapa kesalahan yang kadang dilakukan ibu menyusui baru sehingga proses menyusui si kecil menjadi terhalangi.

 

1. Tidak meminta bantuan

Ya, menyusui memang hal yang alami tetapi teknik menyusui yang tepat, bagaimana menjaga kesehatan, dan masalah-masalah menyusui yang mungkin muncul, tetap harus dipelajari.

Bunda bisa berkonsultasi pada bidan pada saat memeriksakan kehamilan, apa saja yang harus dilakukan untuk mempersiapkan masa menyusui atau bahkan IMD.

 

2. Merasa ASI Bunda tidak cukup untuk bayi

Kebanyakan, inilah yang sering menjadi alasan untuk memberikan susu formula kepada bayi. Padahal, persediaan ASI memang telah didesain untuk selalu mencukupi kebutuhan bayi.

Jangan terburu-buru memutuskan ASI Bunda tidak cukup. Tugas bayi memang harus sering lapar bukan?

 

3. Takut menyusui di tempat umum

Ya, memang sebagian orang tidak menyukai ibu menyusui yang memberikan ASI di tempat umum. Namun ini bukan alasan untuk membiarkan si kecil lapar. Saat ini banyak sekali tempat umum yang menyediakan fasilitas untuk ibu menyusui. Jadi jangan khawatir bila Bunda harus sering bepergian dan membawa si Kecil. Alternatif lain, gunakan saja apron menyusui.

 

4. Berpikir Bunda tidak bisa menyusui karena harus bekerja

Saat ini ada banyak ibu bekerja yang juga memberikan ASI eksklusif untuk putra-putrinya. Mereka berusaha memompa ASI sambil terus produktif di tempat kerja. Kami yakin, Bunda pun pasti bisa melakukannya.

 

5. Tidak menyertakan ayah dalam pengasuhan

Sudah sering kita dengar, saat ini anak-anak butuh peran ayah dalam pertumbuhannya. Jadi kenapa tidak menyertakan suami dalam pengasuhan si kecil sejak dini?

Mintalah tolong untuk membangunkan Bunda saat malam jika si kecil menangis, mengganti popok, atau menggendong si kecil saat Bunda lelah.

Tahukah Bunda, peran serta ayah dalam menyusui justru bisa memperbanyak ASI Bunda, lho.

 

6. Lupa jika menyusui tidak hanya untuk bayi

Sesungguhnya, tidak hanya bayi yang mendapat keuntungan dari aktivitas menyusui. Bunda juga akan mendapat manfaatnya.

Menyusui memperbesar kesempatan Bunda untuk segera kembali ke bobot semula, mencegah kanker payudara, kanker rahim, dan juga kanker serviks, plus mengurangi resiko osteoporosis di hari tua nanti.

 

7. Mengandalkan jam

Waktu berhenti menyusui tidaklah tergantung jam. Biarkan bayi Bunda yang memutuskan kapan dia ingin berhenti. Menghentikan bayi minum ASI malah bisa membuat payudara Bunda tidak kosong sepenuhnya dan memicu engorgement.

 

8. Memberikan susu formula terlalu dini

Mengenalkan si kecil dengan susu formula terlalu dini hanya akan mengacaukan produksi ASI Bunda. Selama enam minggu pertama, cobalah untuk sesegera mungkin memberikan ASI begitu bayi menginginkannya. Percayalah, persediaan ASI Bunda akan terus melimpah.

 

9. Mudah baper dengan pendapat orang

Teman berpendapat jika payudara Bunda terlalu kecil untuk menyusui? Atau baru saja membaca artikel jika usia Bunda membuat ASI Bunda tidak bagus untuk bayi?

Selama bukan dokter yang melarang Bunda untuk menyusui, Bunda tidak perlu dengarkan. Biarkan saja semua orang berkata apa yang mereka inginkan. Tugas Bunda adalah memberikan ASI dan mengabaikan semua pendapat negatif itu.

 

Oya, adakah salah satu dari kesalahan ibu menyusui di atas pernah Bunda lakukan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.