- Anak

7 Cara Merangsang Contoh Kreativitas Anak Usia Dini

Semua anak terlahir dengan bakat unik yang berbeda-beda dan memiliki kreativitas masing-masing. Contoh kreativitas anak usia dini adalah bermain sambil belajar.

Semakin cepat anak menunjukkan minatnya, orang tua juga harus membantu anak untuk mengembangkan bakat atau kreativitas yang dimiliki. Ada beberapa tips dan cara terbaik yang bisa Anda lakukan sebagai orang tua untuk merangsang kreativitas anak sejak kecil dengan beberapa cara mudah yang akan kami berikan kali ini.

 

1. Menambahkan Perbendaharaan Kata

 

 

Agar kreatifitas anak paud dalam berkomunikasi semakin lancar, Anda bisa membantunya dengan menambahkan satu atau beberapa kata yang baru setiap hari. Ajaklah ia berkomunikasi dengan memakai beberapa kata baru tersebut sehingga melatih anak untuk menguasai banyak kata lebih cepat dibandingkan anak lainnya.

 

2. Beri Kebebasan

Kreativitas anak-anak dan bahkan pada orang dewasa akan memberikan rasa percaya diri yang lebih. Berilah kebebasan kepada anak dalam menentukan kreativitasnya sendiri yang bisa dilakukan dengan banyak cara seperti musik, karya seni, olahraga, puisi, tulisan, gambar, dan sebagainya. Sebagai contoh, jika Anda mengajak anak menggambar, jangan paksakan anak untuk menggambar apa yang Anda katakan.

Biarkan ia bereksplorasi tentang selera dan inspirasinya sendiri. Karya seni yang dihasilkan anak mungkin terlihat eksperimental. Akan tetapi ini memperlihatkan jika ia sedang belajar, berimajinasi, dan melihat sesuatu sesuai dengan yang ia pikirkan.

 

3. Ajak Bermain Bersama

 

 

Kreativitas tidaklah hanya sebatas seni dan kerajinan tangan tetapi juga cara ia berpikir, melihat kehidupan, serta memakai berbagai sumber daya orang di sekitarnya dengan cara yang tidak biasa.

Mainkan berbagai jenis mainan seperti kata-kata, musik, warna, tekstur, dan sebagainya. Libatkan diri Anda dengan cara menyenangkan dan spontan sehingga suasana semakin menarik.

Baca juga: 4 Inspirasi Mainan Anak Usia 1 Tahun yang Mendidik

 

4. Berikan Dorongan Saat Anak Melakukan Kesalahan atau Kegagalan

Saat anak mengalami kegagalan, jangan hakimi mereka karena itu hanya akan mengekang pemikiran kreatifitas anak paud yang mereka miliki. Jelaskan kepada anak jika kegagalan atau kesalahan sangat biasa terjadi untuk mendapatkan kesuksesan di kemudian hari. Tentunya sampaikan dengan cara yang menyenangkan.

 

5. Izinkan Anak untuk Mencoba

Ada sebagian anak yang sangat percaya diri untuk melakukan sesuatu hal meskipun hal tersebut belum pernah ia lakukan sebelumnya, seperti contohnya mengikuti Anda saat menyiram tanaman, memberi makan hewan peliharaan, dan sebagainya. Dalam semua kegiatan yang Anda lakukan, anak akan ingin untuk mengikuti kegiatan sama seperti yang Anda lakukan.

Dengan demikian, anak akan belajar dari pekerjaan yang sederhana meskipun terkadang memerlukan trik khusus saat melakukan kegiatan tersebut. Dengan mengizinkan anak untuk mencoba, kreativitas yang mereka miliki tidak akan merasa dibatasi dan bisa dieksplorasi lebih luas lagi.

 

6. Membacakan Sebuah Cerita

 

 

Bercerita atau membacakan dongeng bisa membantu anak mengembangkan imajinasi yang dimiliki. Dengan semakin berkembangnya imajinasi, kreativitas anak juga ikut terasah.

Bercerita juga tidak harus menggunakan buku. Anda bisa memakai media boneka atau robot sehingga karakter yang sedang Anda ceritakan bisa semakin hidup dan lebih mudah dimengerti oleh anak-anak.

Baca juga: 7 Ide Membuat Mainan Anak dari Barang Bekas, Mudah dan Murah

 

7. Bernyanyi dan Membuat Musik

Cara mengajarkan kreativitas kepada anak selanjutnya adalah dengan mengajarkan mereka bernyanyi dan bermain musik. Tidak hanya imajinasi anak yang semakin berkembang, kreativitas anak dalam memainkan nada dan bermain musik juga semakin terasah dengan baik.

 

Beberapa cara mengembangkan kreativitas anak sedari kecil ini harus diterapkan kepada buah hati Anda sedini mungkin sehingga bakat dan minat yang ia miliki bisa terlihat lebih cepat dan Anda sebagai orang tua bisa mengarahkan bakat tersebut dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.