- Pernikahan

7 Alasan Tepat Kenapa Sebaiknya Tunda Punya Anak

Sudah menikah, beberapa pasangan memutuskan tunda punya anak. Memiliki anak tidak hanya masalah masa depan Anda tetapi juga masalah masa depan anak. Sebagai wanita, juga calon ibu, kita punya beberapa alasan yang tepat untuk menolak dan memutuskan tunda punya anak.

 

7 alasan kenapa harus tunda punya anak

Menunda punya momongan mungkin masih merupakan hal yang kontroversial di Indonesia. Kultur kekeluaragaan yang sangat erat di negeri ini, juga pandangan anak adalah investasi dan pengurus saat kita tua, juga ikut memengaruhi.

Padahal setiap anak sebetulnya adalah milik masa depannya. Kewajiban kita hanyalah membesarkan sesuai perintah Tuhan.

Karena itu, singkirkan dulu pikiran anak adalah investasi dan mulailah memperhatikan kepentingan dan kebahagiaan masa depan anak atas kedua anggapan tersebut.

Untuk itulah, keputusan memiliki atau menunda punya anak, seharusnya juga dilihat dari kepentingan dan kebutuhan anak untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.

 

Alasan mengapa sebaiknya menunda punya anak

 

1. Menikah di usia muda

Menikah di usia muda memang ada sisi baiknya. Namun bukan berarti juga baik untuk segera punya momongan.

Secara fisik, rahim wanita memang sudah siap untuk punya anak di usia 20 tahun. Namun bukan berarti secara psikis ia juga siap untuk memiliki anak.

Menjadi orang tua bukan hal yang mudah karena dibutuhkan kematangan psikis juga kedewasaan berpikir. Karenanya, jika Anda sudah menikah di usia muda, coba tanyakan kepada diri sendiri, benarkah sudah siap menjadi orang tua?

 

2. Status pernikahan yang belum jelas

Sudah hal umum jika tidak semua wanita menikah dan langsung memiliki legalisasi hukum. Beberapa agama hanya mensyaratkan pernikahan di depan pemuka agama dan wali keluarga untuk mendapatkan status ‘menikah’.

Jika saat ini Anda juga dalam kondisi yang sama, cobalah pertimbangkan untuk tunda punya anak dulu hingga status pernikahan Anda menjadi sah.

Perlu Anda ketahui, ada beberapa persyaratan administrasi anak yang membutuhkan legalitas pernikahan kedua orang tuanya. Jika kedua orang tua belum memiliki legalitas pernikahan, begitu juga status anak Anda nanti. Tentu Anda bisa bayangkan, kesulitan apa saja yang akan ia hadapi kelak.

Anda tentu pernah mendengar kasus seorang selebritis yang kesulitan mendapat status ‘anak’ dari ayahnya bukan?

Jadi, jangan egois. Jika memang sudah berniat ingin punya momongan, legalkan dulu pernikahan Anda.

 

3. Pernikahan yang belum stabil

Ada banyak alasan yang membuat orang memilih untuk menikah. Entah karena alasan umur, dijodohkan, atau alasan yang lainnya. Karena itu, saat memasuki gerbang pernikahan, pasangan ini masih membutuhkan penyesuaian diri masing-masing individu.

Anda tentu tahu, bahwa anak-anak yang bahagia adalah anak-anak yang lahir dan tumbuh di lingkungan keluarga yang bahagia dan mapan. Karena itu, jika saat ini Anda masih dalam masa penyesuaian dengan pasangan, masih butuh mengenal satu sama lain, cobalah diskusikan dengan pasangan, apakah ia setuju untuk menunda punya anak untuk sementara waktu.

 

4. Pasangan suka main tangan

Saat pertama kali bertemu dan kemudian Anda menjalin hubungan, mungkin Anda tidak tahu, jika pasangan Anda termasuk orang yang suka melakukan tindak kekerasan.

Seperti Anda tahu, rumah tangga yang kurang harmonis bukanlah tempat yang layak untuk seorang anak. Karena itu, selesaikan masalah Anda berdua dulu, baru kemudian rencanakan kehamilan Anda.

 

5. Pasangan belum siap

Kesiapan pasangan untuk memiliki momongan juga berpengaruh dalam kepengasuhan anak. Pasangan yang belum siap biasanya akan bersikap menolak saat anak-anak hadir di tengah-tengah mereka. Tentu hal ini tidak baik untuk perkembangan anak.

Beberapa orang juga menikah saat mereka dalam ikatan dinas, dan tidak diizinkan untuk memiliki anak sebelum ikatan dinas selesai.

Karena itu, bila pasangan sudah menyatakan tunda punya anak atau masih terikat dengan ikatan dinas, Anda tidak perlu memaksa. Ikuti dan diskusikan berapa waktu yang ia butuhkan.

 

6. Masih berfokus pada pasangan

Sudah tahukah Anda, jika membesarkan anak juga membutuhkan konsentrasi dan waktu yang tidak sebentar? Bahkan mungkin, ini akan menjadi kontrak kerja Anda seumur hidup.

Untuk itulah, bila saat ini Anda masih berfokus merawat pasangan yang sakit, atau masih berusaha mengenali pasangan, memilih menunda punya anak mungkin akan menjadi pilihan yang lebih baik.

 

7. Masih memiliki penyakit berisiko

Beberapa penyakit memang tidak memungkinkan bagi pasangan menikah untuk bersegera punya anak. Penyakit seperti toksoplasma, diabetes, darah tinggi, jantung, hingga HIV/AIDS, termasuk dalam kondisi berisiko untuk memiliki anak.

Apa pun keputusan Anda, pastikan alasannya tepat. Anda dan pasangan pun mantap menjalaninya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.