- Dunia Ibu

6 Cara Membagi Waktu Kerja dan Keluarga untuk Ibu Baru

Menjadi seorang istri, ibu rumah tangga, sekaligus bekerja bukanlah perkara yang mudah untuk dilakukan. Ibu harus dapat mengelola cara membagi waktu kerja dan keluarga. Saat memilih untuk melakukan 3 peranan ini, tentu Anda sudah sadar betul tentang konsekuensi yang mungkin akan dihadapi.

Pastinya waktu terasa tidak cukup untuk membagi waktu antara pekerjaan, anak, dan rumah. Apabila hal ini terjadi, tandanya manajemen waktu ibu rumah tangga yang bekerja belum tepat sehingga harus banyak dibenahi.

Jika hal ini terjadi, Anda pun mulai dihantui dengan perasaan bersalah sebab tidak menjadi ibu super dan akhirnya menjadi tertekan terutama jika suami mulai protes tentang hal ini. Lalu, apa yang sebaiknya ada lakukan dan perbaiki? Simak ulasan bermanfaat tentang tips pintar untuk membagi waktu antara rumah, pekerjaan, dan juga anak dengan baik.

 

1. Buat Perbedaan Antara Kebutuhan Penting dan Mendesak

Buatlah daftar tentang hal yang harus Anda dahulukan atau prioritaskan. Dengan membuat daftar ini, Anda bisa lebih jelas melihat hal apa saja yang paling penting tetapi bisa ditunda dan mana hal yang mendesak dan harus menjadi prioritas utama.

Mulailah membiasakan diri untuk fokus di tempat Anda berada. Sebagai contoh, saat Anda berada di kantor, fokuskan pikiran pada pekerjaan Anda sehingga bisa dikerjakan dengan baik dan tepat waktu.

Sementara sesampainya Anda di rumah, pusatkan perhatian Anda untuk si kecil dan suami. Habiskan waktu Anda secara menyeluruh agar keluarga juga tidak merasa terbengkalai lantaran Anda sibuk bekerja.

 

2. Manajemen Waktu dengan Tepat

 

 

Hubungan antara Anda dan anak juga harus terjaga dengan baik sehingga Anda sangat membutuhkan waktu yang berkualitas untuk berkumpul, tidak hanya secara fisik tetapi juga dalam segala hal. Anda juga tidak harus membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan quality time, asalkan dilakukan dengan konsisten setiap hari supaya semua urusan dan keperluan anak Anda dapat terpenuhi meskipun sedang bekerja.

Baca juga: 7 Tips Aman Ketika Bayi 2 Bulan Ditinggal Kerja Setelah Cuti Melahirkan

 

3. Usahakan Mencari Tempat Kerja Ramah Keluarga

Tempat kerja ramah keluarga adalah tempat kerja yang juga peduli dengan keadaan keluarga para pekerjanya. Sebagai contoh, kantor tersebut memiliki jam kerja yang fleksibel untuk orang tua yang bekerja, khususnya bagi para ibu, memberikan cuti hamil yang pantas, memiliki tempat penitipan anak di tempat kerja, dan tidak terlalu banyak bisnis yang mengharuskan Anda harus sering pergi ke luar kota.

Apabila semua kelebihan ini ada dalam sebuah tempat kerja, Anda pun masih memiliki waktu untuk dihabiskan bersama anak sambil mengurus rumah Anda.

 

4. Atur Jadwal Kerja dengan Baik

 

 

Anda bisa mencoba bernegosiasi dengan atasan atau bagian SDM perusahaan supaya bisa mengatur ulang jadwal kerja dengan cara memulai kerja lebih terlambat tetapi juga pulang lebih lama. Dengan demikian, Anda bisa memiliki lebih banyak waktu untuk mengurus segala kebutuhan rumah dan mempersiapkan segala sesuatu untuk anak di pagi hari.

Sertakan juga anggota keluarga Anda seperti suami untuk bersama-sama membersihkan dapur sesudah makan malam dan sebagainya sehingga pekerjaan rumah tangga juga bisa dilakukan lebih cepat. Cara lainnya adalah menggunakan akhir pekan Anda untuk membersihkan rumah bersama pasangan dan menghabiskan waktu bersama anak serta suami.

 

5. Jalin Komunikasi yang Baik dengan Pengurus Anak

Selama Anda sedang bekerja, tentunya Anda menitipkan buah hati kepada seseorang seperti pengasuh, baby sitter , orang tua, atau keluarga yang lain. Untuk itu, komunikasi harus dijalin dengan sangat baik sebab akan berpengaruh terhadap kasih sayang yang diberikan pengasuh terhadap anak Anda.

Selain itu, jelaskan juga apa visi dan misi Anda dalam mengurus anak kepada pengasuh supaya mereka bisa mengerti dan sejalan mengenai cara mendidik anak Anda.

Baca juga: 7 Tips Menghemat Pengeluaran Keperluan Bayi 0-3 Bulan

 

6. Jangan Pernah Gunakan Uang untuk Mengganti Kasih Sayang

 

 

Sebagai orang tua, jangan pernah meletakkan uang di atas segalanya, terutama untuk mengganti kasih sayang untuk keluarga Anda. Hanya karena Anda bekerja dan waktu bersama anggota keluarga terutama anak berkurang, bukan berarti Anda memberikan apa saja yang anak minta untuk menebus waktu yang kurang tersebut.

Sudah menjadi tugas Anda sebagai orang tua untuk membekali pemikiran kepada anak jika sesuatu yang diperoleh dengan cara bekerja akan lebih tinggi nilainya.

Beberapa tips sederhana di atas bisa Anda terapkan di kehidupan agar segala sesuatu bisa berjalan beriringan dan sesuai dengan porsinya masing masing tanpa perlu merelakan salah satunya sehingga jadi terbengkalai. Hal yang paling penting di atas segalanya adalah manajemen waktu ibu rumah tangga yang bekerja dengan baik. Semua urusan Anda akan lebih mudah untuk dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.