- Anak

Bahaya, Ini 5 Penyakit yang Sering Terjadi pada Anak Balita

Ada beberapa penyakit yang sering terjadi pada anak balita. Beberapa di antaranya adalah penyakit berbahaya dengan gejala yang sulit dikenali.

Ibu mana yang tidak senang melihat tumbuh kembang anak yang pesat, sehat, dan terjadi perkembangan yang signifikan, baik dari segi fisik, otak, maupun perilaku. Namun, ada hal yang harus diwaspadai para ibu, khususnya seiring meningkatnya polusi, berbagai makanan berbahaya, dan faktor lain yang bisa menimbulkan berbagai penyakit dan sangat mungkin menyerang buah hati Anda.

Penyakit pada bayi usia 0-6 bulan serta anak di bawah 5 tahun sangat rentan terjadi karena daya tahan tubuhnya yang belum terbentuk dengan baik. Terlebih lagi jika imunisasi belum merata di berbagai negara berkembang seperti Indonesia. Untuk itu, sebagai seorang ibu yang baik, sudah sepantasnya Anda mengenali dan memahami betul tentang beberapa penyakit berbahaya yang menyerang anak, seperti ulasan kami kali ini.

 

1. Pneumonia

 

 

Pneumonia merupakan penyakit radang paru paru yang bisa terjadi karena infeksi seperti virus, bakteri, dan juga fungi atau jamur. Penyakit pneumonia ini umumnya sering terjadi pada manula dan juga penyakit yang sering terjadi pada anak balita.

Gejalanya sendiri terlihat seperti penyakit biasa yang tidak berbahaya seperti demam dan napas yang cepat. Kedua gejala ini juga bisa terjadi karena penyakit lain yang tidak berbahaya sehingga butuh diagnosis yang baik. Apabila pemeriksaan tidak segera dilakukan, hal tersebut berbahaya untuk anak Anda.

 

2. Flu Singapura

 

 

Flu singapura atau disebut juga dengan Hand Mouth Foot Disease (HMFD) merupakan penyakit menular dan umumnya terjadi pada musim panas. Penyakit flu singapura ini biasanya terjadi pada anak berusia 1 sampai 4 tahun dan juga anak di usia lebih dari itu.

Gejala yang ditimbulkan adalah gejala umum seperti penyakit lain, seperti demam sedang di bawah 39 derajat celcius selama 2 sampai 3 hari. Selain itu, nafsu makan anak juga bekurang dan anak merasa sakit pada leher seperti sakit tenggorokan.

Gejala lanjutan dari penyakit ini adalah timbulnya beberapa bintil kecil pada mulut seperti sariawan dan timbul ruam merah tetapi tidak gatal pada beberapa bagian tubuh seperti telapak tangan, kaki, dan bokong.

 

3. Sarkoma

Sarkoma memiliki pengaruh terhadap kanker yang menyerang anak sebesar 15 persen. Sarkoma bisa terjadi pada bagian tubuh mana saja tetapi paling sering terjadi pada area tangan dan kaki sebab jaringan ikat tubuh paling banyak berada di daerah tersebut.

Ada 5 subkanker sarkoma yang umumnya menyerang anak, yakni sarkoma ewing, kanker tulang, sarkoma jaringan lunak, sarkoma rahim, dan rhabdomyosarcoma.

 

4. Limfoma

 

 

Limfoma adalah salah satu jenis kanker yang terjadi pada limpa, getah bening, amandel, timus, sumsum tulang, dan kelenjar gondok. Limfoma sendiri terdiri dari 2 jenis, yakni limfoma hodgkin dan juga limfoma non-hodgkin. Limfoma ini merupakan jenis kanker kedua yang banyak menyerang anak-anak dan menjadi salah satu penyakit pada bayi usia 0-6 bulan.

Gejala awal yang terjadi adalah kelenjar getah bening yang membengkak di leher tetapi tidak terasa sakit, juga di pangkal paha, di bawah ketiak, dan tulang selangka. Sementara gejala lainnya meliputi batuk, susah bernapas, mengi, pembengkakan di area kepala, leher dan tubuh bagian atas, sulit menelan makanan, berkeringat saat malam hari, dan berat badan menurun.

 

5. Radang Selaput Otak

Radang selaput otak atau dikenal dengan nama meningitis merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi pada anak balita di mana radang terjadi di area otak dan sumsum tulang belakang. Jika terjadi pada remaja dan orang dewasa, gejala yang ditimbulkan bisa berupa sakit kepala, leher terasa kaku, dan juga demam.

Namun jika meningitis menyerang anak-anak, gejala yang ditimbulkan hampir tidak terlihat dan serupa dengan penyakit ringan lain seperti flu biasa dan perubahan mood anak yang lebih cepat marah. Apabila tidak segera mendapat penanganan, penyakit ini bisa berdampak serius pada anak Anda.

Mengingat banyaknya penyakit berbahaya di sekitar kita yang dapat menyerang anak-anak, kita sebagai orang tua wajib untuk lebih peka lagi mengenali gejala. Perbanyak pengetahuan dan jangan sungkan mengunjungi dokter bila menemukan gejala sakit pada anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.