- Menyusui

5 Jenis Makanan yang Dilarang untuk Ibu Menyusui Ini Sebetulnya Aman

Saat mulai menyusui, mungkin Bunda akan disodori banyak daftar makanan yang dilarang untuk ibu menyusui. Namun tahukah Bunda? Sebetulnya tidak ada makanan yang sepenuhnya harus Bunda hindari.

Kuncinya adalah jangan konsumsi berlebihan. Alasan lainnya, Bunda harus menghindari makanan tertentu jika memang dokter telah melarang Bunda untuk mengonsumsinya demi kesehatan si kecil dan/ atau kesehatan Bunda.

Dengan mengonsumsi aneka jenis makanan, sama artinya Bunda juga mengenalkan aneka macam rasa kepada si kecil. Penelitian telah membuktikan bahwa beberapa aroma makanan ternyata muncul pada ASI satu atau dua jam setelah dikonsumsi ibu.

Anehnya, rasa tersebut malah tidak membuat bayi tidak mau menyusui, justru seolah memberikan gambaran rasa kepada bayi.

Lalu bagaimana cara yang tepat dalam mengonsumsi makanan yang dilarang untuk ibu menyusui tanpa khawatir si kecil akan menolak menyusui atau terganggu kesehatannya? Berikut 5 triknya:

 

1. Makanan pedas

Trik intinya terletak pada kebiasaan makan Bunda. Jika selama ini Bunda telah terbiasa mengonsumsi makanan pedas, bayi sudah akan terbiasa dengan rasa tersebut. Namun jangan berlebihan mencoba rasa pedas baru karena bisa jadi si kecil akan menolaknya.

Bagaimana jika Bunda tidak terbiasa dengan makanan pedas dan ingin mulai mencoba? Sebaiknya konsumsi dalam jumlah yang sedikit. Jika si kecil kemudian menolak untuk menyusui, segera hentikan.

 

2. Makanan yang mengandung bawang

Bawang benar-benar mempengaruhi rasa ASI pada ibu. Namun sekali lagi, jika Bunda sudah biasa mengonsumsi makanan dengan cita rasa bawang, artinya si kecil pun sudah terbiasa dengan rasa tersebut.

Dalam beberapa penelitian, ibu yang jarang mengonsumsi makanan berempah dan saat menyusui baru mulai mengonsumsi, bayi mereka justru malah menyusui lebih lama. Bisa jadi karena bayi merasakan rasa baru yang lebih lezat.

 

3. Makanan pemicu alergen

Jika Bunda sering bermasalah dengan gas pada saat mengandung, kemungkinan dokter akan menyarankan menghindari makanan yang menjadi pemicu penumpukan gas di saluran pencernaan.

Dengan pertimbangan tersebut, beberapa ibu menyusui otomatis menjauhi makanan pemicu menumpuknya gas di perut.

Kenyataannya, makanan hanya akan memengaruhi bayi jika memang bayi memiliki sensitivitas tinggi terhadap makanan tersebut. Selain sayuran yang sering menimbulkan gas (kol, kembang kol, dan buncis), bayi kadang membawa sifat alergi terhadap beberapa makanan berikut ini:

  • Susu dan produk turunannya
  • Kedelai
  • Gluten
  • Telur
  • Kacang
  • Ikan
  • Citrus (khususnya jeruk bali)

Jadi, bila ibu mengonsumsi makanan di atas, kemudian masuk ke sistem pencernaan bayi, makanan tersebut pasti akan memengaruhi kesehatan bayi.

Namun ini tidak berarti Bunda begitu saja menghindari semua jenis makanan di atas  karena khawatir si kecil akan menderita alergi.

Bagaimana pun, alergi hanya bisa diketahui jika gejala mulai timbul atau setelah dilakukan tes alergi.

Karena itu, cobalah amati jika si kecil kemudian menderita perut kembung, menangis hingga kolik, timbul gatal-gatal, diare, muntah, hidung berair seperti flu, atau sulit tidur setelah 12 atau 24 jam menyusui. Kemungkinan ia alergi terhadap salah satu atau beberapa makanan yang Bunda konsumsi.

Tunggu satu atau dua minggu hingga si kecil membaik sebelum Bunda mulai mengonsumsi makanan tersebut. Cara paling tepat tentu saja berkonsultasi dengan dokter anak, apakah benar si kecil menderita alergi makanan tertentu.

 

4. Mi instan

Bolehkah ibu menyusui makan mie instan? Sebetulnya, menyusui atau tidak, mi instan sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering. Terlebih bila Bunda termasuk penderita maag dan sensitif terhadap bahan tambahan makanan.

Namun siapa yang bisa menolak harumnya bumbu yang membawa kehangatan di saat harus begadang karena mengganti popok si kecil?

Mi instan sebetulnya aman untuk ibu menyusui tetapi sayangnya makanan ini tidak bernutrisi. Untuk mengakalinya, cobalah tambahkan sayuran, telur, ayam, atau tahu. Tentu saja, konsumsi dalam jumlah yang sewajarnya ya, Bunda.

 

5. Kopi dan teh

Kopi dan teh sering disarankan untuk dihindari. Namun minum kapi atau teh mungkin sudah menjadi kebiasaan bagi beberapa ibu. Jadi, jika Bunda tidak bisa menghindarinya sama sekali, batasi konsumsinya tidak lebih dari 2 cangkir sehari.

Jika teh dan kopi adalah cara Bunda menghindari rasa mual minum air putih, cobalah untuk membuat infuse water sebagai alternatifnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.